apa benar?
kalau benar, terus bagaimana ?

-----Original Message-----
From:   erwandi 
Sent:   Monday, October 25, 1999 5:42 PM
To:     
Subject:        Apa benar berita ini ?



Apa benar berita ini ? Ada yang bisa kasih konfirmasi ?

erw

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 38/II/24-30 Oktober 99
------------------------------

ADA AKBAR DAN AMIEN DI BALIGATE

(POLITIK): Tanri Abeng, Akbar Tanjung dan Amien Rais menerima
cipratan dana bobolan Bank Bali menurut audit PriceWaterhouseCoopres (PwC).
Arung Gauk Jarre ternyata bukan nama PT, namun nama seseorang. Ia
adalah seorang Presiden Direktur  PT Mundalindo Graha Perdana, Arung Gauk
Jarre dulu ditulis sebagai sebuah PT yang ikut mengembalikan dana ke escrow
account Bank Bali di Bank Indonesia yang jumlahnya mencapai Rp40
miliar. Arung bukan PT dan seorang pun tahu, Arung adalah kawan dekat Tanri
Abeng, Menteri Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara. Dulu "PT Arung Gauk
Jarre" hanya disebut sebagai PT yang pemiliknya kerabat dekatnya Tanri.
Menurut audit PwC versi long form 402 halaman yang baru saja diserahkan
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke DPR, banyak nama politikus dan pejabat
tinggi pemerintah yang tertera di laporan itu.

Tanri Abeng adalah salah satunya. Menurut laporan PwC itu, Tanri
Abeng menerima kiriman uang lewat rekening bank PT Bintang Sido Raya,
perusahaan yang mayoritas sahamnya milik Tanri senilai Rp 1,2 miliar. Uang
itu dikirim oleh Arung Gauk Jarre, dari uang yang diterima Arung dari Djoko
Tjandra, Direktur Pelaksana PT Era Giat Prima (EGP) sebesar Rp 49 miliar di
Bank BNI cabang Kuningan.

Temuan ini sebenarnya tidak mengejutkan, beberapa sumber di Mabes
Polri mengatakan, polisi sudah mengetahui bahwa PT Bintang Sido Raya
menerima aliran dana itu, dan Tanri Abeng tahu. Cuma, polisi masih takut
menyeret Tanri menjadi tersangka karena ia seorang menteri yang dekat dengan
Habibie, Presiden Republik Indonesia saat itu.

Selain Tanri, ada nama Akbar Tanjung dan Amien Rais di laporan PwC
itu. Akbar, yang pekan lalu menerima laporan PwC itu dari Billy Joedono,
Ketua BPK bungkam seribu bahasa. Ia tak mau menjawab pertanyaan apakah ia
menerima cipratan dana itu. Sumber Xpos, mantan anggota Komisi VIII DPR
periode lalu, mengatakan, Akbar bisa saja menerima cipratan dana itu yang
jumlahnya mungkin miliaran tanpa ia melakukan tindakan apa pun dan tanpa ia
tahu apa pun tentang pembobolan dana itu. "Ia mungkin disetori Marimutu
Sinivasan atau Setya Novanto, dua Wakil Bendahara Golkar yang terlibat dalam
pembobolan itu," ujar sumber tadi.

Ya, Akbar bisa saja tak tahu menahu, namun jika tiba-tiba di
rekeningnya muncul angka miliaran rupiah dan ia tidak mengusut dari mana
uang itu berasal dan untuk apa, ia bisa dituding terlibat. Karena keterlibatan
Akbar ini, Ekky Sjahruddin, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar yang dulu 
ketika masih jadi anggota Komisi VIII gencar membongkar skandal ini, mengatakan
laporan PwC itu tak akan dibuka untuk publik seluruhnya. Pernyataan Ekky ini
aneh, karena dulu ia termasuk anggota Komisi VIII yang paling galak meminta
laporan panjang PwC itu. Nah, tampaknya setelah tahu bosnya masuk dalam
daftar penerima duit Bank Bali itu, ia berkewajiban melindungi. Dulu,
kepentingannya adalah menjatuhkan Habibie, musuh politik Akbar, kawannya di
HMI dulu. Tak tahunya, Akbar juga menerima setoran itu.

Nah, laporan panjang PwC itu juga menyeret nama terkenal. Nama Amien
Rais masuk dalam daftar panjang penerima uang bobolan Bank Bali itu. Wah,
ini makin seru, karena Amien kini bukan orang sembarang. Ia adalah Ketua
MPR-RI, lembaga negara paling tinggi. Sumber Xpos mengatakan, Amien mungkin
menerima hibah uang dari Habibie, kawan dekatnya dulu di ICMI dan yang
membantunya jadi Ketua Pengurus Pusat Muhammadyah. Nah, Habibie mungkin
meminta orang lain lagi untuk hibah uang yang dijanjikannya itu, dan mungkin
saja orang yang disuruhnya itu mencuilnya dari aliran dana bobolan Bank Bali.
Menurut Billy, hasil pelacakan-pelacakan transfer PwC memang menyangkut
puluhan orang penting, yang membuat Billy sendiri kaget. Itulah sebabnya ia
merasa ngeri untuk mengumumkannya, dan dengan alasan rahasia bank ia menolak
memberikannya ke DPR karena dari sana laporan PwC itu akan bocor ke
mana-mana dan menyeret para politikus yang dihormati masyarakat dan
menyeret pula banyak pejabat tinggi yang masih berkuasa.

Nah, kalau Amien Rais dan Akbar Tanjung masuk dalam daftar itu, ini
akan mengejutkan sekaligus menyulitkan tindakan yang harus diambil
Presiden Gus Dur dan Wakil Presiden Megawati. Dua orang ini amat berjasa
bagi kelancaran kedua tokoh itu menuju tampuk kekuasaan. Amien lah yang berjasa
membawa Gus Dur ke kursi Presiden dan Akbar lah yang memberi jalan Megawati
jadi Wapres dengan mengundurkan diri dari pencalonan wakil presiden dan
menyerahkan suara Golkar faksinya ke Megawati. Dengan jasa-jasa yang luar
biasa besar itu, bagaimana Gus Dur dan Mbak Mega bisa bersikap adil dalam kasus
ini? Ini akan sulit, padahal skandal Bank Bali memerlukan penyelesaian
segera, agar pinjaman IMF segera cair dan Pemerintahan Gus Dur bisa berjalanan.
(*)



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke