On Tue, 26 Oct 1999, laurent girimukti wrote:

> Kalau saya perhatikan dari awal, kelihatan sekali sdr. WAM ini sangat 
> menaruh dendam dan penuh dengan kebencian yang mendalam terhadap salah
> satu agama. Ini sangat berbahaya apalagi di lakukan oleh seorang yang
> berpendidikan tinggi yang nota bene karyawan bppt yang merupakan lembaga
> riset pemerintahan yang ternyata kerjaannya hanya duduk dari pagi hingga
> malam meresponse imel-imel yang tak ada hubungannya dengan lembaga bppt.
> Anda terlalu menaruh kebencian yang mendalam, apakah sdr. termasuk orang
> yang kuper.... 
> Orang-orang seperti inilah yang di sebut provokator.

WAM:
Berdemokrasi lah dengan benar. Maka, saya nggak punya alasan lagi untuk
menulis seperti apa yang saya tulis selama ini. Kalau Jacob Tobing,
Aberson  dan Pius Lustrilanang (yang jelas mereka bukan orang Islam)
mengancam2 seperti kemarin, apa saya mesti diam saja? 

Saya mau tanya, berapa banyak orang Katolik yang mengecam omongan Jacob
Tobing dan Pius kemarin? Sepanjang yang saya tahu, tidak ada. 

Saya orang pertama yang tidak setuju Indonesia dijadikan sebagai negara
Islam. Tapi, saya tidak akan diam kalau _orang lain_ mau serakah menguasai
negara ini dengan cara yang tidak demokratis.

Kalau saya (yang cuma ribut di milis) anda sebut sebagai provokator, terus
akan anda sebut apa orang2 macam Jacob Tobing, Aberson dan Pius  dan koran
Rakyat Merdeka? Jawab lah dengan jujur.


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke