Masih ada yang kurang mbah, yaitu Kurang Gawean....!
Artinya yang kurang gawean adalah yang nanggapi.
Waloeyo adalah tujuan mbah.

��

----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 29 October 1999 06:46
Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: provokator


walaah.. kok pada hitung-hitungan
jumlah pemrotes sih?
lha persentas orang katholik itu berapa?
persentase orang kristen itu berapa?
persentase orang non islam itu berapa?
(maaf lho ya saya terpaksa mengeluarkan kata-kata
dengan menyebut nama-nama agama anda?)
terus persentase orang islam itu berapa?

kalau ternyata banyak tokoh non islam yang muncul
di negeri yang mayoritas penduduknya mengaku islam,
kok nggak ada yang mikir sebabnya apa, gituuu lho?

kok bolehnya engkel-engkelan tak berkesudahan,
katanya (sekali lagi)
"Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!"
menurut catatan tema saya kemarin data statistik
kabinet wahid:
1. menteri islam 85.7%
2. menteri non islam, 100% - menteri islam, dibagi 5
   (kristen, katholik, hindu, budha, lain-lain)
kurang apa?
berikutnya:
1. menteri laki-laki 98% lebih
2. menteri wanita sisanya...
kurang apa?

sekian,

mbah soeloyo
------------
----- Original Message -----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: laurent girimukti <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, October 28, 1999 11:22 AM
Subject: [Kuli Tinta] Re: provokator


On Tue, 26 Oct 1999, laurent girimukti wrote:

> Kalau saya perhatikan dari awal, kelihatan sekali sdr. WAM ini
sangat
> menaruh dendam dan penuh dengan kebencian yang mendalam
terhadap salah
> satu agama. Ini sangat berbahaya apalagi di lakukan oleh
seorang yang
> berpendidikan tinggi yang nota bene karyawan bppt yang
merupakan lembaga
> riset pemerintahan yang ternyata kerjaannya hanya duduk dari
pagi hingga
> malam meresponse imel-imel yang tak ada hubungannya dengan
lembaga bppt.
> Anda terlalu menaruh kebencian yang mendalam, apakah sdr.
termasuk orang
> yang kuper....
> Orang-orang seperti inilah yang di sebut provokator.

WAM:
Berdemokrasi lah dengan benar. Maka, saya nggak punya alasan
lagi untuk
menulis seperti apa yang saya tulis selama ini. Kalau Jacob
Tobing,
Aberson  dan Pius Lustrilanang (yang jelas mereka bukan orang
Islam)
mengancam2 seperti kemarin, apa saya mesti diam saja?

Saya mau tanya, berapa banyak orang Katolik yang mengecam
omongan Jacob
Tobing dan Pius kemarin? Sepanjang yang saya tahu, tidak ada.

Saya orang pertama yang tidak setuju Indonesia dijadikan sebagai
negara
Islam. Tapi, saya tidak akan diam kalau _orang lain_ mau serakah
menguasai
negara ini dengan cara yang tidak demokratis.

Kalau saya (yang cuma ribut di milis) anda sebut sebagai
provokator, terus
akan anda sebut apa orang2 macam Jacob Tobing, Aberson dan Pius
dan koran
Rakyat Merdeka? Jawab lah dengan jujur.


________________________________________________________________
______
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!














_________________________________________________________________
_____
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke