Salam...
Saya mencoba memberikan tanggapan mengenai pola pikir Bung Wisnu mengenai
PDI-P dan kejujuran agama. Mohon maaf kalau agak panjang. Pada prinsipnya,
saya pribadi setuju dengan Bung Wisnu, bahwa seseorang harus jujur
mengatakan agama yang dianut, terutama public figure atau wakil rakyat di
suatu partai. Saya kira ini masukan yang baik kepada PDI-P atau partai
partai lain agar lima tahun lagi, sebelum pemilu 2004, mengumumkan secara
detail siapa caleg partai tersebut (Termasuk agamanya tentu). Terus terang
saya juga kecewa karena Pemilu kemarin karena kurang menginformasikan data
rinci caleg-caleg partai. Mungkin keterbatasan waktu dan tenaga. Rasanya
juga kurang fair juga kalau semua kesalahan kita limpahkan ke PDI-P karena
ketidakjujuran mengenai agama calegnya, karena partai yang sejenispun
(Partai nasionalis) seperti Golkar, PKP,PDI, PAN tidak pernah
menginformasikan secara rinci calegnya. Mudah mudahan 5 tahun lagi akan
lebih fair dan jujur.
Mengenai komentar Bung Wisnu tentang ayat Alkitab, Mazmur 92 ayat 11.
Sebagai seorang Kristen, terus terang saya baru tahu isi ayat tersebut.
(Saya sudah membacanya). Saya cukup terkejut kalau Anda yang Muslim lebih
tahu dari saya. Kalau boleh tahu Bung Wisnu tahu dari mana ? Saya coba
tanya ke beberapa teman saya tentang keberadaan ayat ini dan peranan gereja
untuk memenangkan PDI-P. Kesimpulan saya, dan saya harus jujur ada memang
yang menyangkutpautkan keberadaan ayat tersebut dengan PDI-P. Tetapi itu
dalam pembicaraan sehari-hari, bukan pada acara gereja. Bung Wisnu betul,
dan saya tidak pungkiri bahwa banyak sekali pemeluk agama Kristen memilih
PDI-P, karena memang dalam sejarahnya PDI/PDI-P didukung oleh Ormas yang
berbasiskan Kristen dan Katholik. Saya juga heran kenapa Umat Kristen tidak
mau memilih Partai Krisna atau PDKB, yang jelas jelas Partai berasaskan
agama Kristen/Katholik. Mungkin ada rekan-rekan yang beragama Kristen dapat
memberi alasan.
Kembali ke ayat Mazmur 92;11. Saya kira itu hanya kebetulan saja. Kalaupun
ada Orang Kristen yang menyangkutpautkan ayat tersebut dengan no PDI-P 11,
itu terlalu naif dan mengada-ada.Saya juga tidak yakin kalau banyak umat
Kristen yang mengetahui keberadaan ayat tersebut. Bung Wisnu percaya
deh..Sepanjang saya jadi orang Kristen, dan sepanjang Saya berdiskusi dengan
teman-teman saya, jarang pernah Gereja menggalang suara umat untuk memilih
partai tertentu, dan saya pribadi juga tidak setuju dan sangat menentang
kalau Gereja dipakai sebagai kendaraan politik. Karena menurut saya, politik
itu jahat, dan Gereja/Mesjid/Pura/Vihara jangan terlibat dalam politik,
kalaupun ada yang memaksakan juga, biarlah dia berurusan dengan Yang Diatas,
kita tidak usah meributkan.
Saran saya, biarlah kita dengan keyakinan masing-masing, mari saling
menghormati, karena tidak ada satu agama pun yang mengajarkan umatnya untuk
mencari musuh. Kalau ada yang menyimpang, mari kita tegur, kalau masih
"ngeyel", ya biarin saja dia di jewer sama Gusti Allah , itu bukan urusan
kita. Mohon maaf kalau pendapat saya menyinggung orang lain.
Salam,
TOTO
> -----Original Message-----
> From: Wisnu Ali Martono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 28 Oktober 1999 10:20
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] KESALAHAN TAKTIK PDI-P
>
>
>
> WAM:
> Kok tidak ada anggota milis beragama Katolik yang mau menulis apa isi
> Injil Kitab Mazmur 92 ayat 11? Ayat ini, yang sudah saya cek ke Injil
> yang dijual di toko buku, selama ini dipakai gereja untuk menggalang umat
> Kristiani agar memilih PDI-P.
>
> Memang sesuatu yang luar biasa (dan saya yakin ini pasti dieksploitasi
> secara penuh oleh gereja) bahwa nomer PDI-P juga 11. Jumlah angka dalam
> Mazmur itu (9+2) juga 11. Ayatnya juga 11.
>
> Siapa lagi yang mau membantah bahwa gereja ikut terlibat pemenangan PDI-P?
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!