Ya, Anda betul. Silakan memusuhi rezim, kelompok, oknum dan menghujatnya
habis-habisan, tuntut ke pengadilan para penjahat kemanusiaan dan pelanggar
HAM itu, tapi jangan musuhi negara dan rakyat, karena negara dan rakyat
wajib dikawal bukan saja oleh TNI tetapi oleh seluruh warga negara. Dalam
negara berdaulat ini berlaku hukum konstitusi bahwa setiap jengkal tanah di
manapun di wilayah kedaulatan RI, adalah milik seluruh warga negara RI.
Kalau mau berubah, mari kita ubah dulu hukum ketatanegaraannya secara baik,
dan untuk itu kita sudah memiliki MPR yang wajib kita perlakukan secara
patut karena merupakan hasil pilihan kita semua, dan proses pemilihannya
kita akui bersama sebagai proses terbaik sepanjang sejarah negara ini. Kalau
pelanggar hukum dalam era kenegaraan dan pemerintahan hasil Pemilu yang
terbaik sepanjang sejarah negara ini, dibiarkan saja, maka kita harus
bertanya apakah kita sudah memiliki kematangan dan pemahaman yang sama
tentang tujuan kita bernegara ? Sedangkan soal penderitaan, ya ... sebagian
besar rakyat negeri ini masih menderita, walau memang berbeda-beda derajat
dan jenis penderitaannya. Apakah kita akan menyalahkan Bung Karno, Pak Harto
atau Bung Rudy, atau ketiganya, atau kita akan menyalahkan semua yang
terlibat dalam orde baru, atau kita akan menghukum semua TNI yang terlibat
DOM, misalnya atau akan menyalahkan siapa ? Lebih aneh lagi kalau mereka
bahkan memusuhi pemerintahan baru hasil SU MPR yang baru saja kita syukuri
sebagai berkah Tuhan.
Memang rumit, amburadul dan bak benang kusut, tapi sebingung dan seemosional
apa pun, tolonglah jangan kasari bendera kita itu ....., mohon ...
-----Original Message-----
From: budiman sinaga [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 13 November, 1999 12:10 PM
budiman sinaga <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
anggota milis ika-unpad-milis berkata :
--------------------------------------------------------------------------
Saya setuju pak Erry.
Jangan sembarangan bertindak dong. Kita harus tetap saling
menghormati bahkan ketika bertentangan pendapat. Lagi pula seperti di
Makasar kalau benar karena janji GORKAR maka silakan protes ke GOLKAR.
Jangan negara ini disalahkan! Kalau ada daerah yang ingin lepas, rakyat di
daerah itu perlu juga merenungkan, apakah daerah lain memang menginginkan
daerahnya bersatu. Jangan-jangan, daerah lain justeru lebih merasa
dirugikan.
Budiman
>From: ERHP <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ,
"'[EMAIL PROTECTED]'" <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>,
> [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> ,
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> ,
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> ,
>[EMAIL PROTECTED], "'[EMAIL PROTECTED]'"
><[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >,
"'[EMAIL PROTECTED]'" <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >,
>[EMAIL PROTECTED]
>Subject: [IKA-UNPAD-MILIS] Bendera kita !
>Date: Fri, 12 Nov 1999 22:54:25 +0700
>ERHP <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
anggota milis ika-unpad-milis berkata :
>--------------------------------------------------------------------------
>Membaca berita penurunan, dan bahkan pembakaran, bendera merah
putih di beberapa daerah, terutama Aceh dan Sulsel., saya pikir ada yang
salah dalam kita melihat pengertian sebuah negara.
>Kita, mereka, dan siapa pun dipersilakan memaki, memusuhi, menuntut
siapa dan apa saja, tapi jangan memusuhi negara, jangan memusuhi rakyat,
jangan melanggar hak dan kewajiban sesama warga negara, dan jangan
sekali-kali melanggar konstitusi, UUD 1945.
>Bendera memang lambang, tapi bukan sekadar lambang hiasan, termuat
ciri utama kedaulatan sebuah negara di dalam bendera itu. Kalau sekadar
lambang hiasan, betapa gilanya seorang tentara yang memberi hormat secara
khidmat dan sungguh-sungguh manakala bendera dikerek naik atau pun turun.
>Lebih dari itu, pengawalan konstitusi dan lambang utama negara
bukan saja kewajiban tentara, melainkan kewajiban setiap warga sebuah negara
yang berdaulat.
>Tidaklah saya bermaksud berpatriotisme secara semu, untuk
mengatakan dengan lantang : "Kalian boleh minta referendum, minta merdeka,
menuntut pelaku kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM, tapi jangan
melakukan pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara. Tindakan tak beradab
seperti itu, janganlah terulang lagi, alih-alih, maka masyarakat yang semula
bersimpati akan serta merta berbalik dan siap menghadapi kalian sebagai
musuh negara
>berdaulat, yang betapapun sedang dirundung malang berkepanjangan,
tetap akan
>kami bela, dengan jiwa raga kami !!!"
>===========================================================================
>IKA-UNPAD-milis, contact : Idir (Farmasi)
[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Untuk berhenti kirim ke : [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>subjek kosongkan, message : unsubscribe ika-unpad-milis
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
<http://www.hotmail.com>
===========================================================================
IKA-UNPAD-milis, contact : Idir (Farmasi)
[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Untuk berhenti kirim ke : [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
subjek kosongkan, message : unsubscribe ika-unpad-milis
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!