Soal Depsos, baiknya dengar apa yang dinyatakan oleh
kalangan LSM yang benar-benar mengabdi pada urusan
penyantunan dan kegiatan soasial yang lain. Sejauh
yang saya simpulkan, banyak yang bilang kegiatan
Depsos lebih banyak 'menyunat' daripada 'membantu'.
Soal Deppen, GD sudah menyatakan, bahwa di banyak
negara demokrasi, hampir tak ada yang disebut Deppen,
karena urusan penerangan lebih baik diurus oleh
masyarakat sendiri. Merekalah yang menentukan bentuk
'penerangan' apa yang mereka kehendaki. Deppen selama
ini tak lebih corong pemerintah, dan sayangnya, selama
itu pula lebih banyak salah. Ide penghapusan Deppen
pun sebenarnya sudah dilontarkan oleh Menpen
sebelumnya, Yunus Yosfiah, juga dengan alasan serupa.
Sayang Menpen (kala itu) tak seberani Gus Dur.
Gus Dur juga bilang, bahwa baik Depsos maupun Deppen,
urusannya tak harus 'total dikerjakan oleh
pemerintah', yang untuk itu tak harus berbentuk
departemen.
Jika mau diusut-usut, memang banyak departemen yang
bisa diurus oleh departemen yang sudah ada. Seperti
Kementerian Eksplorasi Kelautan, yang sebenarnya bisa
diurus oleh Departemen Pertanian. Demikian juga dengan
Kementerian Otonomi Daerah, yang bisa saja ditangani
oleh Departemen Dalam Negeri.
Akan tetapi, tiap periode pemerintahan, yang juga
tergantung bagaimana pandangan pimpinan negaranya,
memiliki titik-berat tertentu yang ingin dicapainya.
Ada beberapa yang dianggapnya tak perlu, sehingga
dilikuidasi, dan ada hal-hal yang perlu, sehingga
harus ada menterinya, yang langsung bertanggungjawab
kepadanya. Bukan dirjen, yang masih harus melalui
lapis menteri untuk sampai ke presiden.
Gus Dur punya alasan yang dianggapnya benar, dan untuk
itu ia melakukannya. Sama seperti kabinet
dahulu-dahulu itu, yang bikin MenParSenBud, yang di
bawah jadi bingung, urusan kesenian ke mana, ya, apa
ke DikBud atau ParSenBud ? Dan waktu itu semua orang
bilang benar.
Jika boleh dibilang, Kementerian Pekerjaan Umum juga
mengalami 'likuidasi', karena perubahan status
menterinya.
--- Tunggal C <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> >Berdasar ulasan Bung Yap, mungkin Pak Hasan bisa
> menjawab
> >mengenai bagaimana jalan keluarnya agar isu zionis
> itu tidak
> >terkonotasikan menjadi isu tabuisasi untuk
> berhubungan dengan
> >kaum nasrani. GD sudah memberi contoh, namun fakta
> menunjukkan
> >bahwa GD selalu kontroversial bukan?
>
> GD memang tokoh superkontroversial di negeri ini.
> bukan hanya
> kontroversial saja, tetapi GD termasuk tokoh yg
> saklek, meski sudah
> diprotes sana-sini GD nggak mau sedikit lunak ttg
> likuidasi Deppen dan
> Depsos.
> Kontroversi ttg susunan kabinetnya yg sampai
> sekarang masih terus
> dikritik oleh banyak kalangan itu sempat dijawab
> oleh GD saat datang
> ke DPR, yg katanya pembentukan kabinet mrp proses
> politik yg harus
> dilalui. Tetapi, apakah dg proses politik itu harus
> membentuk
> departemen/menteri yg mubazir, seperti Menteri
> Urusan HAM, kelautan,
> hukum dan perundang2an (bisa dimasukkan ke Dep/Inst
> lain) lantas
> mengorbankan dep lain yg notabene memang benar2
> dibutuhkan masy
> (Depsos).
>
> Dan satu hal yg menurut saya harus segera dirubah,
> GD BUKAN LAGI MILIK
> WARGA NU, TAPI MILIK SELURUH BANGSA.
> Satu kasus yg menarik adalah ketika Miing Bagito
> memerankan tokok Pak
> RT terpilih yg mirip dg karakter GD (fisik), pada
> saat itu juga warga
> NU telpon ke Indosiar memprotes tayangan itu.
> Bukankah ini jaman
> keterbukaan. Andaikan (waktu itu) warga NU tidak
> protes, saya yakin GD
> pun akan memakluminya. Jadi kesimpulannya jangan
> terlalu mengkultuskan
> seseorang yg secara keseluruhan dapat mengganggu
> pengkritisan terhadap
> pemerintah.
>
>
> Best regards,
> Den Tunggal
> mailto:[EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 -
> www.indoglobal.com =-
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!