Den Tunggal, aku org Riau yang tinggal di Bandung. Tengku tidak saja
dimiliki oleh orang Aceh tetapi juga orang Melayu.
Sebenarnya bukan baru sekarang saja aku berusaha mengkampanyekan sistem
federasi, aku sudah mendebat guruku DR.Sri Soemantri pada tahun 1979, yang
ahirnya beliau juga mengakui bahwa system federal perlu dipertimbangkan.
Den Tunggal, kalau anda menanyakan apa argumen dasarku, aku ingin mengatakan
bahwa didalam ilmu ketata negaraan sistem kesatuan sudah sangat jelas hanya
diterapkan untuk sebuah negara yang geografi sempit dan rakyatnya tidak
banyak, sedangkan kalau anda lihat negara kita yang membentang dari sabang
sampai marauke, melintas 3 satuan waktu, 26 propinsi dengan ratusan ragam
budaya dan etnik, berbagai kondisi alam dsb. jelas merupakan sebuah negara
yang sangat besar untuk diterapkan sistem kesatuan. Sistem kesatuan ibarat
mesin V-1 yang biasa di pergunakan oleh mobil-2 F1 dipaksakan untuk
menjalankan sebuah truk trailer, bukan saja mesin itu tidak cocok untuk truk
itu tetapi juga tidak akan mampu mengantisipasi seluruh aspek dinamis truk.
Itu berbeda kalau diterapkan di negara seperti Singapura, Luxemburg dan
beberapa negeri-2 kecil, dimana sistem federal akan menjadi tidak efisien.
Dan mari kita lihat lagi, berapa banyak negara maju yang sebesar kita ini
yang menganut sistem kesatuan didunia ini .?
Kita adalah salah satu negara terbesar yang menerapkan sistem kesatuan dan
sudah terbukti dengan jelas selama 50 tahun tidak dapat memposisikan rakyat
kita ke posisi yang lebih terhormat dan sudah berulang kali mengalami hal
yang sama seperti : Ketidak adilan didaerah (terutama diluar Jawa),
kediktatoran dsb.
Aku menganggap hal tersebut bukan karena orangnya yang tidak becus tetapi
memang platformnya yang kropos dan memungkinkan untuk di selewengkan.
Pemerintah kita mengalami span of control yang sangat jelek, seperti juga
pada sistem komputer sentral yang ingin di masukan semua program aplikasi
sehingga jalannya pun tersendat-sendat dan banyak membuat kesalahan.

Aku banyak mendapatkan email kritikan tentang sikapku dan menasehatkan agar
kita ingat kembali kepada jasa pahlawannya yang menginginkan negara kesatuan
untuk RI.
Ada dua alasan mengapa para founding-fathers membentuk negara kesatuan:
1. Karena dengan negara kesatuan kita bisa cepat memerdekakan diri dari
penjajahan, yaitu dengan cara beberapa orang berkumpul membuat pernyataan
dan setelah itu semuanya bisa dipertahankan baik dari jalur militer maupun
dari jalur diplomasi.
2. Karena negara serikat waktu itu lebih dulu dibentuk oleh Belanda dengan
maksud daerah-2 tidak mendukung pemerintah pusat. dengan begitu Belanda
dapat meng-isolasi pemerintah pusat agar tdk populer dan tidak diakui
internasional krn tidak punya wibawa bahkan tidak punya daerah.

Sekarang zaman sudah berubah, saya mohon jangan terpaku kepada
founding-fathers tetapi mari kita kembali kepada ide dasar untuk merdeka dan
membentuk sebuah negara.
Negara Indonesia dibentuk untuk mensejahterakan rakyatnya, itulah ide
awalnya. oleh karena itu marilah kita berusaha mensejahterkan rakyat kita
dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mereka untuk
berkarya dan berinovasi di tanahnya.
Sesuatu yang hidup berkelanjutan selalu mengalami perkembangan dan perubahan
oleh krn itu kita harus bisa menerima kenyataan bahwa perubahan bukanlah
sesuatu yang haram.

Org selalu menyebutkan tentang perpecahan bangsa pada sebuah negara federal,
ini contoh jelek dan penuh kebohongan. Kenapa...? negara mana yang dipakai
contoh...? kalau Sovyet atau Yugoslavia itu jelas tidak tepat, krn walaupun
negara-2 itu berbentuk serikat tetapi pada kenyataannya mereka adalah sebuah
negara komunis yang centralize dan otoriter. Tetapi coba anda tanyakan
kepada seorang Turis asal North-Carolina tentang dia bangsa apa ...?  dia
dengan bangga menjawab "American", lalu kalau kita tanya apa negaranya..?
dia menjawab "United State".
Begitu juga kalau anda tanyakan kepada orang Bremen, mereka juga akan
menjawab "Germany". Disini terbukti bahwa sistem federal tidak menghancurkan
integritas rakyatnya.

Adalah kesalahan besar kalau MENKO POLKAM pernah menyatakan bahwa pada saat
ini di eropa negara-2 justru ingin bersatu sedangkan kita malah mau
berpisah.
Ini benar-2 kekeliruan persepsi tentang negara federal dan komunitas Eropa,
Perlu diketahui bahwa parlemen Eropa dibentuk bukan untuk mengatur negara
dan sifatnya pun independent, ME dibentuk agar persaingan ekonomi antara
mereka dapat berkembang dengan sehat, misalnya dengan standard-industry,
standard-currency dsb. Bukan untuk menyatukan pemerintahan internal mereka.

Banyak pula yang khawatir bahwa system federal hanya akan menyuburkan
liberalisasi yang akan berdampak daerah kaya akan bertambah kaya dan daerah
miskin akan bertambah miskin, itu tidak benar ! Pertumbuhan suatu daerah
tergantung dari kesepakatan bagaimana daerah kaya bisa mensubsidi daerah
miskin secara adil dan tidak mengorbankan daerah kaya itu sendiri seperti
yang terjadi saat ini dimana Riau harus berkorban secara luar biasa
sementara (maaf) Jakarta sangat menikmati subsidi itu sendiri seperti anda
bekerja 24 jam untuk menghidupkan saudara anda tanpa menyisihkan sama sekali
hasil kerja anda untuk anda sendiri.

Sampai disini dulu Den, lain kali kita sambung lagi.

Den Tunggal, mohon maaf kalau postingku ini aku distribusikan ke beberapa
temanku juga, bukan provokasi tetapi kebetulan posting ini juga ku
pergunakan untuk menanggapi beberapa posting sebelumnya yang bernada sama
tetapi kebetulan posting anda yang saya anggap sangat padat sehingga dengan
menjawab anda, aku merasa sudah menjawab posting-2 yang lainnya juga.


Best Regards,


CA>






----- Original Message -----
From: T Cahyoadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, November 17, 1999 8:48 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Sanggahan terhadap penyataan MENKOPOLKAM tentang
negara kesatuan sudah final


> Saudaraku Tengku Chandra Hassan Adenan,
> Sepertinya anda berasal dari Aceh (dilihat dari nama). Tetapi kalo nggak
> salah baca imel anda berasal dari Riau. Tapi bukan itu yg saya maksudkan.
> Sebenarnya argumen dasar anda apa, sehingga bentuk federasi itulah yg
paling
> cocok untuk negara kita.
> Bangsa yg besar adalah bangsa yg dapat menghargai jasa pahlawannya. NKRI
ide
> dari para pendahulu kita yg membuat bangsa kita merdeka. Namun kini bentuk
> itu banyak digugat banyak kalangan terutama generasi sekarang dg alasan
> tidak adanya keadilan dan pemerataan pembangunan.
> Saudaraku Candra, sebenarnya yg salah bukan bentuk negaranya. Tetapi
sistem
> manajemen pemerintahannya yg nggak bener, ngawur, amburadul (ya.... orba
itu
> biang keroknya).
> Nah, untuk mengembalikan ke suatu tatanan guna menciptakan suatu keadilan
> dlm pemerataan, perlu juga penataan kembali (restrukturisasi) sistem
> manajemen pemerintahan yg baru berusia kurang dari 1 bulan itu. Nah, untuk
> itu perlu kita tunggu move dari new government kita sambil terus
memberikan
> tekanan kepada pemerintah kita untuk bersikap adil, merata, dan memenuhi
> janji2nya, nggak cuma NATO (no action, talk only).
> Satu hal yg perlu saya tekanken disini, rencana pemerintah untuk menindak
> para pelanggar ham di Aceh perlu segera ditindaklanjuti (nggak cuma NATO
aja
> biar orang Aceh seneng), so perlu terus dimonitor dan perlu ada tekanan2
> moral.
>
> Dan sebenarnya lebih bagus lagi kalo pemerintah punya milis/forum diskusi
> biar pemerintah juga bisa menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia (and
> the world) secara cepat.
>
> TIA ---- Den Tunggal
> -------------------------------
>
>
> -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>



-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke