Bapak Menko POLKAM & Kapuspen TNI yth, Sengaja saya mengirim email yang sebenarnya saya tujukan kepada anda ini sebagai sebuah email terbuka, karena selain saya sendiri tidak tahu bagaimana caranya bisa mengakses anda, juga saya rasa dengan cara ini apa yang ingin saya katakan juga didengar oleh orang banyak dan biarlah mereka menilai apakah pernyataan saya ini benar atau tidak. Saya ingin menyanggah pernyataan anda tentang gagasan negara federal adalah sesuatu yang tidak masuk akal dan negara kesatuan adalah suatu keputusan final seperti apa yang sudah dibentuk oleh para pendiri RI. Saya juga berkeberatan dengan pernyataan KAPUSPEN TNI yang saya dengar tadi sore bahwa negara federal/serikat itu tidak cocok dengan Indonesia dan pada tahun 46 sudah pernah di berlakukan di Indonesia. Mungkin saya terlalu bodoh sehingga tidak bisa mengerti dengan cara berpikir anda berdua (dan beberapa orang lain yang mempunyai pemikiran sama). Pertama: Tentang pernyataan bahwa negara kesatuan adalah suatu keputusan final, sebenarnya bagaimana anda memandang cita-2 bernegara...? Apakah kita bernegara karena negara itu sudah terbentuk...? atau kita ingin mensejahterakan rakyat Indonesia dan menjunjung tinggi-2 kehormatan bangsa....? Kalau kita bernegara hanya karena negara itu sendiri sudah terbentuk, alangkah piciknya pikiran anda...? karena cita-2 membentuk suatu negara sendiri didasari agar rakyatnya memperoleh kesejahteraan, adil, makmur, aman, sentosa dsb. Kalau kita bernegara agar rakyat kita makmur dan bangsa kita maju, maka tidak ada kata FINAL, bukankah anda sendiri sebagai tentara bersemboyan "tidak ada kata berhenti berjuang"...? Artinya sebelum bangsa ini maju dan rakyat makmur, jangan ada sesuatupun yang boleh dikatakan FINAL, walaupun itu suatu sistem kenegaraan kalau itu menimbulkan kesengsaraan dan ketidak adilan maka sistem itu harus diganti. Kedua: Terhadap pernyataan KAPUSPEN tentang Negara Federal terbukti tidak cocok dengan Indonesia. Anda seorang Jenderal, bagaimana anda mengambil kesimpulan seperti itu...? bukti apa yang bisa diambil dari suatu situasi dan kondisi yang berbeda...? apakah waktu anda sekolah dulu tidak diajarkan caranya bagaimana mendapatkan suatu pembuktian...? Republik Indonesia Serikat (menurut sejarah yang diajarkan kepada saya waktu sekolah dulu), adalah sistem negara yang dibentuk oleh Belanda agar pemerintah RI tidak populer dan RIS itu sendiri direkayasa untuk tunduk kepada pemerintah Belanda. Artinya pilihan menjadi negara kesatuan pada saat itu saya pikir tidak lebih dari pada sebuah retorika politik pemerintah RI untuk melawan keinginan Belanda. Tentunya keadaan itu sudah tidak sesuai lagi dengan saat ini, justru yang saat ini terbukti bahwa sistem negara kesatuan tidak mampu memberikan keadilan bagi rakyatnya, lalu bagaimana sistem yang seperti itu masih ingin dipaksakan terus...? Lalu tolong berikan satu bukti kepada saya tentang berapa banyak negara didunia ini yang begitu luas dan begitu beragam seperti Indonesia dan sukses menerapkan sistem negara kesatuan secara sukses dalam pengertian negara itu mampu mengangkat kesejahteraan, keadilan, kehormatan dsb. bagi bangsa dan rakyatnya...? Kita adalah negara terbesar yang menerapkan sistem kesatuan seolah-olah negeri kita ini hanya seluas Singapura. Negara Federal menurut saya adalah sistem yang sangat adil dan sangat cocok untuk sebuah negara besar dan beragam seperti Indonesia dan jangan lupa orang-2 North-Carolina kalau ditanya mereka bangsa apa, mereka menjawab bahwa mereka bangsa Amerika dan Negara mereka adalah United State. Disini terbukti bahwa negara Federal tidak membuat rakyatnya kehilangan integritas berbangsa dan bernegara. Kalau kehawatiran anda tentang rapuhnya persatuan didalam negara federal dengan menyontoh runtuhnya USSR, anda benar-2 salah lagi. Sovyet memang terdiri dari beberapa negara, tetapi mereka bersatu karena dipaksakan oleh orang-2 komunis untuk bersatu dalam satu negara dan sistem pemerintahannya yang anarkis. itupun runtuhnya karena tekanan ekonomi yang sangat berat pada Sovyet. Justru dari keruntuhan Sovyet kita bisa belajar bahwa negara akan runtuh kalau pemerintahnya tidak becus. Didalam pepatah melayu disebutkan : "Kalau nakhoda tak tahu haluan, alamat kapal hendak tenggelam", artinya kalau pemerintah tidak mampu menjaga haluan negara lebih baik mundur dari pada mengorbankan rakyatnya. Beberapa kesulitan yang akan di alami (itupun oleh pemerintah federal) adalah susahnya membuat sebuah proyek nasional krn akan di veto oleh daerah kalau mereka merasakan bahwa proyek tsb. tidak realistis. Atau menerapkan sistem federal untuk negara sebesar Singapura tentunya bukan suatu kebijaksanaan yang efisien. Jadi janganlah membutakan diri bahwa sebenarnya sistem negara federal itu jauh lebih baik dibandingkan negara kesatuan hanya karena GENGSI, kecuali anda memang berniat BUSUK terhadap bangsa ini. Wassalam, Tengku Chandra Hassan Adenan -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =- Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
