Pak Hasan, yang pertama saya mohon maaf klarifikasi dari saya sangat 
terlambat.
Yang kedua, tulisan itu nggak ada hubungannya dengan agama.
Jadi konsisten saja dengan ulasan sebelumnya, yang mendukung uraian pak 
Hasan, bahwa saya sepakat masalah hubungan dagang dengan Israel bukan 
masalah agama, tapi masalah keadilan.
Tentang keterkaitannya dengan issue domestik kita, ya karena keadilan itu 
sifatnya universal, jadi ketidak adilan yang dirasakan bangsa Palestina yang 
akhirnya menjadikan mereka terkadang tampil keras, itu sangat lumrah kalau 
juga terjadi dibelahan lain didunia. Termasuk disini, kalau ada yang rasa 
keadilannya tercabik. Sekedar refleksi tentang rasa keadilan, nggak lebih.

Ok, tak lanjutin puasa nge-mail, soalnya rada sering away from the keyboard. 
Have a nice chat.

Yap


>From: "Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Berdagang Agama atau Berdagang atas dasar Agama?
>Date: Fri, 19 Nov 1999 14:49:58 +0700
>
>
>Soal tanggapan Mas Yap, saya terus terang belum mengerti sepenuhnya apa 
>yang
>dimaksud. Bisa di elaborasi lebih lanjut mas Yap?  ( soal palestina lokal,
>dsb.) Saya ndak bisa nyandak . Terkena Telmi, kali ?!
>
>Wassalam
>Abdullah Hasan.
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke