Saya mengenal maik bung Wisnu sejak di Indonesia-L, tetapi saya sangat
kasihan dan jujur "sayang pulsa telpon saya" jika kalian hanya berdiskusi
demi memperjuangkan kepentingan elit politik kalian---"kaya pemilu saja"---.
Apa sih untungnya memperjuangkan PDI Perjuangan apalagi Golkar. Karena
diskusi macam ini akan tidak ada habisnya.
Yang terlihat dari elit partainya akan tercermin para simpatisannya. Dan
kita harus berbangga diri itu adalah bagian dari budaya kita, corak dari
bangsa kita. Jangan dipaksakan dan diseragamkan. Pemaksaan kehendak dalam
mengungapkan pendapat-pun harus diberi ruang karena itu-pun demokrati
"sekarang kita tinggal mau mendengar atau tidak itu saja", jika kita merasa
salah dan kuping kita menjadi salah berarti memang kita bersalah. Jika,
tidak diamkan ngapain habiskan suara dan tenaga hanya berdebat kusir saja.
Tumbangnya suharto (memang dengan pemaksaan kehendak), pemaksaan kedak
dengan dasar-dasar yang ilmiah ini sanggat-sangat demokratis bukan hanya
ilmu-ilmu ilmiah atau tiori-tiori ilmiah saja tetapi menurut agama apapun
itu dibenarkan, melawan ketidak adilan itu dibenarkan.
Perihal PDI perjuangan?
Benar walaupun saya bukan pendudukung mega; keganasan massa rakyat dan
mayoritas simpatisan Mega terhadap Golkar adalah gambaran kemarahan rakyat
terhadap sistem yang membelenggunya kebetulan saja sosok itu di gambarkan
dengan GOLKAR. Jadi kitapun harus jujur rakyat sudah muak dengan GOLKAR?
Kekakalah PDI Perjuangan, diparlemen itu disadari oleh seluruh pengamat
politik adalah karena tidak demokratisnya sistem politik di Indonesia; anda
bisa memberikan data berapa persen sih sebenarnya yang diangkat/dipilih
rakyat melalui pemilu di DPR, cari sendiri datanya?
Mengenai GOLKAR.
Orang tau bahwa GOLKAR dan PDI adalah sama-sama Partai buatan orde baru.
Tetapi karena kesalaha orde baru sendiri yang ikut campur berlebihan
terhadap PDI malah menjadikan PDI menjadi besar lewat kubu Mega yang membawa
nama ayahnya itu. Tetapi pada dasarnya kedua Partai ini menggunakan sistem
kepartaian orde baru yang arsiteknyapun sebenarnya suharto.
Ketika reformasi berakhir hal ini mau dihapuskan citranya dengan mengganti
nama menjadi Partai GOLKAR. tetapi berbeda dengan PDI tadi Golkar tidak
sempat mencuci tangan terhadap permasalahan rakyat (maka jadinya dia menjadi
tumpuan kesialan dari pemimpin mereka). Maka, sebaiknya Golkar dapat
mengkoreksi diri lagi apakah masih dipertahankan atau dibubarkan atau
berganti nama saja.
Coba pelajari lagi sejarah lahirnya GOLKAR dll, Jika tidak salah GOLKAR ini
adalah kumpulan organisasi yang menentang Sukarno dahulu, tepatnya produk
buatan "angkatan darat" jika tidak salah pula lewat bantuan CIA. Coba
kawan-kawan pelajari lagi? Banyak kok buku-buku ilmiah yang mengungkap hal
ini di toko-toko buku besar macam gramedia dan Gunung Agung.
Mashuri
-----Original Message-----
From: Klentheng Hawani BWS <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, December 18, 1999 5:08 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Saya menghormati gagasan
>Dan anda Mazz Wisnu jelas jelas dan nyata nyata adalah pendukung politik
>Golkar, lebih khusus lagi mungkin faksi Prof Dr Ing B.J Habibie.
>----- Original Message -----
>From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Wednesday, December 15, 1999 7:22 PM
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Saya menghormati gagasan
>
>
>> On Thu, 16 Dec 1999, Martin Manurung wrote:
>>
>> > Apa dengan merekayasa Pemilu 97, menghabisi PDI sebagai competitor
>Golkar
>> > dan menahan semua lawan politik yang potensial, agar dapat berkuasa
>kembali,
>> > namanya bukan pemaksaan mas? Jangan cuma lihat "right"-nya dong..,
lihat
>> > juga prosesnya.
>>
>> WAM:
>> By the same token, terus apa namanya ketika dalam pemilu kemarin massa
>> PDI-P selalu mengganggu kampanye Golkar, terus elite PDI-P selalu
>> _mengancam_ jika Mega tidak terpilih? Dan terbukti memang terjadi
>> kekerasan di beberapa tempat ketika Mega tidak terpilih. Nanya nih. Jika
>> apa yang dilakukan Golkar di masa lalu dianggap salah, salahkah apa yang
>> dilakukan PDI-P di masa sekarang?
>>
>> BTW,
>> Seperti yang saya duga, ternyata latar belakang politik anda tepat
seperti
>> dugaan saya. Saya nggak heran lagi kenapa anda sempat menyebut _PAN
>> Putih_. Meski anda menghindar, dugaan saya, bahwa cap itu cuma diberikan
>> oleh simpatisan PDI-P pada mereka yang _dianggap dekat_ dengan PDI-P
>> ternyata tepat sekali. Terima kasih bung Martin, dan Gigih. Kalian telah
>> menjawab apa yang selama ini tidak pernah saya temui jawabnya.
>>
>> > Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>>
>>
>> -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
>> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>>
>> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!