>WAM:
>Kengototan Suharto untuk jadi presiden lagi bukan lah pemaksaan. Itu
>haknya dia sebagai warga negara. Sama seperti mega atau Gus Dur yang ingin
>jadi presiden. Baru menjadi pemaksaan, kalau yang tidak memilih dia
>digebuki. Harus anda bedakan antara exercising the right dengan trampling
>others' rights. Orang yang exercising his/her right, selama tidak
>bertentangan dengan aturan, tidak bisa disebut pemaksaan. Agak aneh juga
>kalau keinginan Suharto jadi presiden lagi itu dianggap sebagai pemaksaan.
>Lha kok Mega atau Gus Dur nggak dianggap memaksa?
Apa dengan merekayasa Pemilu 97, menghabisi PDI sebagai competitor Golkar
dan menahan semua lawan politik yang potensial, agar dapat berkuasa kembali,
namanya bukan pemaksaan mas? Jangan cuma lihat "right"-nya dong.., lihat
juga prosesnya.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Default: [EMAIL PROTECTED];
For Personal Mail: [EMAIL PROTECTED]
Others: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!