Hampir sulit untuk membuat pemisahan, atau bisa disederhanakan sebagai 
sebuah koinsidensi, ketika pak Djadja menyebut prajurit yang bisa marah 
karena para jenderalnya dicorang-coreng, dengan terjadinya bumihangus 
Doulos. Lebih-lebih begitu banyak posting di media maya ini tentang TNI 
Taliban, yang menunjuk salah satu sosoknya adalah jenderal Djadja, 
sebelumnya.

Bahkan, ketika aku membaca ucapan 'peringatan' pak Djadja di suatu pagi, di 
sebuah media, maka saya pun memberanikan diri untuk menebak, pasti sebentar 
lagi akan ada apa-apa, yang menurut polisi penyidiknya 'sulit diungkap', 
hanya karena 'pelakunya massal'. Jadi, apakah lebih baik kita bergerak 
secara massal saja daripada sendiri-sendiri, polisi?

Sudah bisa ditebak, pasti polisi akan ngomong seperti itu, seperti juga 
berbagai peristiwa rusuh massal lain selama ini. Era reformasi ini rupanya 
tak membuat habit lama itu hilang.

Namun sementara itu, aku juga prihatin atas nasib para Brimob yang terpaksa 
terbantai oleh GAM, hanya karena gamang oleh pagar-pagar reformasi dan 
terpaksa ditukar dengan nyawa mereka. Kegamangan itu membuat para prajurit 
tersebut tak ubahnya sekedar 'toy soldier' yang denagn enak dikencingi 
sana-sini. Aku prihatin.
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke