On Mon, 27 Dec 1999, Begaya Wisnu wrote:
> BGW :
> Jadi banyak, ya, bos yang berpikir kalau PDI-P nggak
> cuma ngobok-obok PAN, bahkan Golkar juga. Asyik dong
> bos ngobok-obok seperti itu. Lalu, mau-maunya, ya PAN
> atau Golkar itu diobok-obok terus pating pethentheng
> satu sama lain.
WAM:
Yes Sir.
Tepat dugaan anda.
Memang nggak cuma PAN yang diobok-obok. Golkar adalah _korban pertama_
obokan PDI-P.
Makanya, kalau dulu Golkar dipisuhi karena dianggap sering mengobok-obok
partai lain, apa ya ada yang berani misuhi PDI-P? Jika kita pakai ukuran
yang sama, ya mestinya berani. Kecuali kalau kita udah mulai munafik.
Memakai berbagai standar untuk kejadian yang sama.
Mau-maunya Golkar dan PAn diobok-obok?
Ah, sir, jangan sok bodo ah. Dulu juga kenapa PDI mau diobok-obok?
> Apa itu bukan karena ada bakat pating penthalit, sih,
> bos? Sehingga 'cuma' diobok-obok oleh PDI-P yang bos
> anggap remeh dan enteng sudah bisa pecah belah kayak
> semprong glundhung dari meja.
WAM:
Siapa yang meremehkan PDI-P, Sir? Me? Oh no. Saya tidak meremehkan partai
ini. Bahwa dalam Pemilu mereka dapet 35% membuktikan ini bukan partai yang
bisa disepelekan. Bukan partai yang bisa disepelekan kan tidak identik
dengan partai yang selalu berjalan lurus kan, Sir? Bakat pathing
penthalit? Memangnya di PDI-P nggak ada bakat itu? Salah. Di semua partai
pasti ada kelompok sempalan yang tinggal nunggu waktu dan kesempatan untuk
muncul.
> Sebab, kalau PAN sama Golkar itu sakti seperti yang
> selama ini bos lansir, berarti PDI-P lebih sakti,
> dong, bos.
WAM:
Lebih sakti?
Nggak juga. Buktinya, ibumu kok nggak jadi presiden?
Sedang di atas angin, iya.
Karena banyak pemilih yang tidak tahu, apa di belakang partai ini.
> Lalu, kalau si Martin bikin pengelompokan Golkar dan
> Pan Putih, kenapa nggak dibalas saja ada PDI-P
> coreng-moreng, daripada mesti marah sama PDI-P.
WAM:
Aku bukan orang munafik yang suka membuat standar ganda untuk menilai.
Kalau aku ngikuti kerjaanya Martin, bisa jadi politisi aku.
Padahal, aku paling sebel sama orang yang berpredikat politisi. Omongannya
sering munafik. Memakai standar ganda adalah salah satu ciri orang
munafik. Aku lebih suka dimaki kiri kanan karena aku memakai standar yang
sama untuk menilai sesuatu. Itu lebih jujur.
> Kok kayaknya gampang ya bos ngobok-obok PAN atau
> Golkar. Cuma dibilang 'eh..elo putih, nah elo item'
> gitu aja pada berantakan. Kali-kali aja memang PAN
> sama Golkar yang berbakat sikut-sikutan.
WAM:
Nggak juga.
Gampang diobok-obok karena dasarnya ada orang bingung di PAN. Mau ikutan
PAN atau PDI-P.
> Kapan-kapan ada PK item-putih, bos?
> Lucu, dong...
> Kenapa PDI-P nggak belang-belangan kayak gitu, bos?
> Pasti mereka solid, kalau begitu...
WAM:
Nggak belang-belangan?
Lebih solid? Kalau semua partai dikelola dengan otoriter pasti dari luar
kelihatan solid. Cuma partai yang dikelola secara demokratis, di mana hak
berbeda pendapat diakui, yang akan kelihatan mudah digoyang. Jika anda
berpendapat PDI-P itu solid, ya.......
> Ah... bos becanda, kali....
WAM:
Iya juga sih.
Abis anda juga lucu sih.
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!