Saya pribadi sangat menyangsikan, kalau kerusuhan masal di NTB disebabkan oleh
sentimen Agama (SARA). Karena bagaimanapun juga, kalau kita mau jenrnih melihat
struktur sosial yang ada disana - sikap toleransi diantara warga masyarakat sungguh
telah terjalin dengan baik. Oleh sebab itu, kalau sekarang ini di Mataram terjadi
kerusuhan yang "berdimensi" SARA, maka sebenarnya persoalan tersebut, merupakan ulah
dari para gali intelektual yang membonceng acara ritual keagamaan (tabliqh akabar).
Jadi saya sepakat kalau penjarahan dan pengrusakan rumah-rumah ibadah merupakan ulah
para gali.
--
On Tue, 18 Jan 2000 17:12:48 eg wrote:
>From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
>del
>
>Apakah anda mengira reaksi ( Gali, menurut bahasa "halus" anda )
>Muslimin
>cuma bisa sampai segitu saja ?
>
>Wassalam.
>Abdullah Hasan.
>===============
>
>Pak Hasan yang saya hormati karena usia dan integritasnya.
>
>Ada dua peristiwa yang sedang terjadi di NTB dan ditayangkan dalam
>dua page oleh satunet, satu pengrusakan tempat ibadah ( Massa
>incar rumah sakit Katolik, 10 gereja dirusak dan dibakar
>http://www.satunet.com/artikel/isi.html?id=4860) dan yang lain
>adalah penjarahan toko-toko Cina (Toko milik WNI keturunan Cina
>jadi sasaran penjarahan
>http://www.satunet.com/artikel/isi.html?id=4861 )
>
>
>Saya melempar pertanyaan "(kalau) ini murni gali atau murni sara?"
>dan kemudian ending note saya adalah "sayang kan?" Didalam benak
>saya ketika menulis justru "ini murni gali" (dan) bukan murni
>sara. Artinya, mereka yang mengrusak dan menjarah jelas mempunyai
>motif bukan sara. Saya sebenarnya ingin bottomlining mengenai dua
>peristiwa itu sebagai mempunyai motif yang berbeda. Itulah
>sebabnya saya tutup dengan kata "sayang kan?" Maksudnya, lepas
>dari pengrusakan itu benar atau salah namun motif itu bisa
>disamakan dengan yang menjarah toko-toko itu sehingga mungkin
>saja muncul pertanyaan seperti pertanyaan Bapak :"Apakah anda
>mengira reaksi ( Gali, menurut bahasa "halus" anda ) Muslimin cuma
>bisa sampai segitu saja ? .
>
>Agar Pak Hasan ingat bahwa posting mengenai tanggapan saya
>terhadap tulisan Bapak mengenai balance information dan
>penjarahan toko cina saya kirim berbeda dengan subyek yang berbeda
>agar cukup jelas bedanya. karena subyeknya berbeda maa mestinya
>tanggapannya juga berbeda. Tampaknya Pak Hasan masih lelah
>sehingga terlalu sensitif sedang sdr WAM lebih jernih menangkap
>pesan yang saya sampaikan. Didalam pikiran Bapak tulisan saya
>terbaca ( Gali, menurut bahasa "halus" anda ) Muslimin, padahal
>maksud saya bukan itu sama sekali. Sedang Sdr WAM menimpali : Ada
>gali yang ndompleng.
>
>Maaf ya Pak hasan, orang Yogya memang terkenal nylekithi (SARA
>lagi...)
>
>salam
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3
>===-
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at
http://www.eudoramail.com
-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!