Dalam perspektif saya, konflik antara Kristen dan Islam itu hanya
sebuah model. Lihatlah keanehan yang terjadi di Kupang dan Ambon.
Mereka telah hidup lebih dari dua generasi dan bergotog royong
dalam kehidupan, bahkan ketka membangun rumah ibadat. Wuuzz...
seperti tidak ada bekasnya.....
Lihat pula kasus masyarakat Hindu di Bali yang tersungging dengan
AMS. Apakah kemudian terjadi konflik horizontal antara muslim Bali
dengan masyarakat Hindu disana? Justru pemuka masayarakat muslim
disana yang mengecam ucapan Datuk Maringgih sebagai menganggu
ketenteraman mereka. Jadi, sebenarnya dimana hulu masalahnya?
Perasaaan sepenanggungan atau sebagai teman perlu dimunculkan
untuk menggalang dan mempersatukan kekuatan masa. Teknik yang
paling gampang adalah dengan memunculkan musuh yang sama. Di
jaman PKI dulu, penggalangan itu dilakukan dengan menciptakan
musuh yang sama yaitu kemiskinan. Dijaman penggulingan Soekarno,
musuh yang sama itu adalah Soekarno sebagai penyebab hancurnya
perekenomian Indonesia. Di jaman Soeharto, musuh yang sama itu
adalah Soeharto dan KKN. Kemunculan musuh yang sama itu
memunculkan perasaan sebagai sesama dan menjelma sebagai sebuah
kekuatan. Namun, setelah musuh itu berhasil dikalahkan maka
kekuatan itu akan tercerai berai lagi. Bisa jadi, pengeboman
Istiqal itu adalah upaya untuk mencipatakan musuh yang sama.
Setelah Soeharto terlengserkan, musuh yang sama telah hilang dan
para politisi harus memperoleh legitimasi politik yaitu memperoleh
dukungan masa. Nah, disinilah mulai proses penciptaan musuh yang
sama itu untuk mengesahkan kehadiran politisi. Tanpa dukungan masa
maka politisi itu tidak akan bergema. Kita bisa melihat kasus Sri
Bintang dengan PUDI.
Sebagai pembanding kita bisa melihat GD, Yusril, Amin Rais, Hamzah
Has, Ahmad Soemargono. Adakah perbedaan diantara mereka dalam
upaya mereka untuk memperoleh legitimasi politik?
Jadi persoalannya bukan pada agama namun lebih kepada para
pemimpin politik yang menggunakan isu agama untuk kepentingan
politiknya. Selama para politisi itu belum memperoleh isu lain
diluar isu agama yang bisa digunakan untuk menggalang masa dan
kekuatan maka konflik berbasis agama itu akan selalu muncul, dan
itu tidak selalu harus dimulai oleh agama tertentu.
Ini interpretasi lho....
��
----- Original Message -----
From: Phantom Stranger <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 25 January 2000 16:52
Subject: Re: [Kuli Tinta] YESUS SANG ANAK MANUSIA
From: adidjoko <[EMAIL PROTECTED]>
> kalau berdasar kasih kenapa ya umat kristen dan muslim berantem
terus di
> maluku dan ambon, bukankah saling membunuh itu berdosa, kecuali
mereka yg
> membela diri dan terpaksa harus mengusir sang pendatang yg
membuat
> keributan.
PS :
lho..yang berdasarkan kasih kan ajarannya..orangnya mah kagak..;p
yang jadi masalah, kenapa kebanyakan yang berantem itu kristen dan
muslim..
kalo mereka bisa berantem, berarti memang ada ganjalan di antara
mereka..sebelum ganjalan itu hilang, rasanya ya bakal gampang di
suruh
berantem terus..
tapi itu interpretasi saya lho..
-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!