Dari yang simpel sampai yang rumit. Sekedar menyumbang senyum pada sekitar sampai menghargai pendapat dan keyakinan manusia lain. Sekedar antri yang benar sampai tidak mau menelan yang bukan haknya. Sekedar tidak melanggar lampu lalulintas ataupun usaha mengerti perasaan orang lain. Sekedar tidak mudah menyebar kentut atau mencoba berendah hati. Sekedar mengobati kucing dipinggir jalan atau jadi ibu teresa... Dari mana sumber atau pendorong budi pekerti ? Sebagian filosof bilang bahwa semuanya bersumber pada bisikan intuisi fitri. Bibit titipan Ilahi yang tertanam didalam nurani. Menurut sebagian lain, budipekerti adalah keindahan. Manusia ( sehat) cenderung pada keindahan. Dia cenderung pada musik merdu ataupun keharuman dan rupa mawar merah muda.Sebagian rohaniawan meyakinkan kita bahwa berbudi-pekerti luhur adalah bentuk lain dari ketundukan kita pada yang Maha Pencipta, Maha Indah dan Maha Kasih dan Maha Benar. Berbudi-pekerti luhur adalah sembahyang. Akhlah baik adalah ibadah. Bertrand Russel punya pendapat lain. Semuanya omong kosong. Budi pekerti adalah kepentingan praktis manusia didunia. Yang mengira menzalimi manusia lain adalah suatu keuntungan adalah cuma manusia bodoh. Hari ini kita bisa mencuri sapi tetangga kita. Lain waktu tetangga kitapun bisa maling sapi milik kita. Kyai Muttahari kritis pada pandangan ini. Menurutnya keyakinan seperti ini hanya bisa hidup bila dua kekuatan ( dalam hal ini : kita dan tetangga ) adalah sama kuat. Bila yang lain jauh lebih lemah sehingga tidak mungkin kelak membalas , maka perilaku kezaliman adalah amat rasionil dan amat menggoda. Contoh riil adalah sikap Negara Super Power terhadap banyak negara berkembang. Hukum dan sikap yang amat adil didalam negeri, tapi untuk luar negeri yang dipakai adalah standar yang berbeda. Kaum marxis-pun punya pandangan tersendiri. Dari kacamata Materialis Dialektis, perubahan sosial terjadi ketika perubahan kwalitas muncul dari Revolusi. Uap yang muncul ketika kita memasak air sampai 90 derajat celcius. Uap punya kwalitas yang lain dibanding air. Dia lahir dari revolusi digodognya air diatas api. Maka segala yang mendorong revolusi adalah pekerti baik.Segala yang mendorong status-quo adalah pekerti jahat. Maka kita tidak heran terhadap kejadian Kamboja jaman revolusi Komunis . Pembantaian Sejuta manusia adalah cuma sekedar interpretasi suci seorang marxist loyal seperti Pol Pot. Disini tidak ada masalah keindahan , ibadah, keharuman mawar ataupun bau kentut. Masalahnya adalah cuma usaha serius perubahan nasib kelas tertindas. Wassalam. Abdullah Hasan - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com -- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
