Salam kenal dulu... saya orang baru disini...
Mau mengomentari anekdotnya bung Daniel (anekdot kok dikomentari).
Itu kan sama saja dengan ceria orang buta memegang gajah bung Daniel,
masing-masing 'saklek' dengan kebenarannya sendiri-sendiri. Tapi kalau
memang kita mau dengar dari both side sih, memang biasanya suka terasa benar
dua-duanya. Namanya juga kebenaran manusia, relatif.
Kalau mau cari yang benar-benar "benar"? bawa aja ke pengadilan yang
"benar", baru kita bicara mana sebenarnya yang benar. 
Tapi mengklaim benar sah-sah juga kok. Baru klaim kan? Nggak perlu sakit
hati ya?

Kalau ada salah AR paling karena terlalu banyak berusaha mengerti semua
pihak. Mestinya nggak perlu tuh. Mestinya dia bisa yakin kalau dia punya
kebenaran sendiri juga.

salam,
Bayu.




> -----Original Message-----
> From: Daniel H.T. [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
> Ini ada anekdot lagi, setelah sekian lama milis ini sepi anekdot politik.
> Mohon jangan ada yang marah. Kalau baca terus sewot sampai tekanan
> darahnya
> naik, ya salah sendiri. 'Kan saya udah bilang jangan marah?
> 
> =====
> 
> Ceritanya seputar pernyataan AR yang mau menjadi penengah perselisihan
> antara Presiden GD dengan Jend. W.
> 
> Demikianlah pada suatu ketika dgn dihadiri para wartawan, AR pun
> mengadakan
> suatu moment khusus untuk mengatasi perselisihan antara kedua petinggi
> itu.
> Pertama-tama AR minta agar GD memberi penjelasan versinya. Tentu saja, GD
> menceritakan hal-hal yg menurutnya benar. Setelah panjang lebar berbicara
> diselingi guyonan2 khasnya, AR yg mendengarnya mengangguk-angguk tanda
> mengerti.
> 
> AR: "Hm, saya pikir Pak GD yang benar!"
> 
> Kemudian giliran Jend. W menceritakan argumen2 pembelaan dirinya dng gaya
> khas militer, tak kalah meyakinkan dgn versi GD.  AR pun mengangguk-angguk
> kepala tanda mengerti.
> 
> AR: "Saya pikir Pak W yang benar!"
> 
> Para wartawan bingung. Seorg wartawan berdiri, tunjuk jari minta bicara. 
> 
> Wartawan: "Bagaimana ini, kok bisa dua-duanya benar, Pak AR? Dua-duanya
> bertentangan, tidak mungkin dua-duanya bisa benar!"
> 
> AR: Hmm, saya pikir Sdr. Wartawan ini yang benar!"
> =====
> 
> (Begitulah kalau org yg suka berubah-ubah bicaranya).
> 
> 
> 
> 
> - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
> -- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke