Mbah Soel, mas Mbin dan sedulur sinorowedi semua. Lepas dari perdebatan tentang seragam, jepang lan sak piturute ternyatra ada paradok dalam Kongres PAN I di ngayogjokarto hadiingrat tanggal 10 Pebruari 2000. Paradok itu antara lain : 1. PAN katanya si empunya gagasan si Amin adalah Partai Terbuka, tetapi mau kongres saja jalan-jalan ditutup semua, sampai-sampai pengguna jalan tidak bisa lewat dan harus muter kemana-mana. PAN itu yang punya negara apa ? Kok Menang-menang sendiri. Mbok ya kalau mau kongres yang biasa-biasa saja. Lebih-lebih itu lho yang namanya Satgasnya, pethentang-pethenteng di 1/4 jalan kayak yang punya wewenang ngatur jalan saja. Kalau kondisi seperti ini dibiarkan, kapan masyarakat wardani (eh madani) dapat segera terwujud. 2. PAN disebut sebagai partai terbuka untuk semua golongan. Kalau terbuka maka si Albert Hasibuan (deklaratornya) yang kristen itu mbok di coba dijadikan salah satu pengurus pusat. Jadi Ketua I atau wakil sekretaris umum kek atau apa. Saya yakin PAN yang sebagian besar orang Muhammaddiyah pasti tidak setuju, alasannya pasti si Albert itu bukan muslim. Memangnya yang punya negara ini hanya muslim saja poo. 3. PAN katanya Partai untuk menuju persatuan dan kesatuan bangsa. Lho Gagasannya si Amin mengenai federalisme itu mau menyatukan atau ada kepentingan lain. Saya kok melihat gagasan federalisme yang di cuapkan oleh si Amin itu kok hanya untuk komoditas politik ben PAN populer. Padahal kalaupun tanpa gagasan itu PAN khan sudah populer khan, berkah si faisal basri sing pinter itu. 4. PAN katanya partai simpatik. yang simpatik itu apanya. Wong hanya melaksanakan kongres saja kok harus arak-arakan massa. Ini demokrasi model apa lagi. Contohlah di negara-negara yang sudah demokrasinya maju. Ini khan berarti PAN tidak bisa memanage massanya, untuk bersikap sebagai demokrat-demokrat yang elegan (katanya si Amin itu). Oleh sebab itu jangan memperolokkan PDI Perjuangan yang selalu mengerahkan massa. Liwat dan instropeksi dirilah sebelum melakukan kritik terhadap partai lainnya. 5. PAN adalah sebuah Partai politik yang berlandaskan pada nilai-nilai moralitas. Nah ini yang paling gawat lagi. Ketuanya itu lho (si Amin), sekarang ini sebenarnya khan juga belum dapat dikatakan bermoral. Khabar burung (benar atau tidak tergantung yang menerima) Si Amin itu khan punya simpanan (WIL). Kalau memang benar ya janganlah mengecam si Kwik Kian Gie yang di isukan punya saham di Panti Pijat. Bagi saya kalau kedua issu itu benar, saya menilai kok lebih baik si Kwik itu ketimbang si Amin. Kwik khan hanya punya saham, sementara belum tentu ia juga hobi pijat esek-esek. Sementara si Amin issunya khan punya simpanan yang sifatnya jelas-jelas sidah esek-esek. 6. PAN adalkah partai reformis. Yang reformis itu apanya. Poros tengah itu khan gagasannya PAN yang ingin menciptakan kekuatan hegemoni baru di Indonesia, setelah golkar remuk redam. Jadi sebeutulnya PAN itu plat form politiknya ya setali tiga uang dengan golkar zaman orde baru. 7 PAN kalau kalah dalam pemilu akan menjadi Partai oposisi. Yang di oposisi itu apa wong seluruh aktifisnya suda menduduki posisi penguasa yang strategis. Ini khan berbeda kalau kita melihat sepak terjang dari anak-anak muda yang ada di bawah panji-panji PRD. Mereka tetap konsisten dengan perjuangannya untuk menegakkan masyarakat madani. 8. Kalau PAN menyatakan dirinya sebagai partai terbuka, sementara sebagian besar aktivisnya tetap mempunyai ideologi yang bernafaskan keagamaan, maka hal ini patut dicurigai. Jangan-jangan PAN hanya mempergunakan kelompok atau golongan lain (minoritas)sebagai alat untuk mencapai cita-cita, yakni merebut kekuasaan. Dengan demikian bagi golongan minoritas sikap yang harus tetap dipertahankan adalah tetap mewaspadai sepak terjang dari si Amin tersebut. Dulu si Amin itu khan anti barat, anti kristen, anti minoritas. Sekarang si Amin sudah berbeda. Nah visi dan misi si Amin ini apa sebenarnya ! KITA HARUS TETAP CURIGA PADA SI AMIN ITU. Kalau Gus Dur kita harus yakin seyakin yakinnya, kalau sejak semuala di sudah egaliter. 9. PAN mengakui pluralitas dan oleh sebab itu demokrasi yang akan dikembangkan adalah demokrasi pluralitas (ini kata si Amin). Kalau demikian Tokok-tokoh politik dari golongan minoritas (agama, suku, etnisitas) juga harus dikasi kesempatan untuk ikut mengelola negara ini. Jadi tidak hanya melandaskan pada satu golongan saja (walaupun itu mayoritas). Negara itu khan area publik. Kalau area publik maka persoalan-persoalan agama juga harus dikeluarkan dari persoalan-persoalan negara. Mbok kaya Gus Dur itu yang pernah memberikan gagasan bahwa kalau ingin maju ya pilih salah satu di antara dua Jadi Negara sekuler atau negara agama. Agama jangan dijadikan alat politik. Kalau dijadikan alat politik Islam pasti selalu dominan - wong mayoritas. Dari beberapa paradoks tersebut di atas, maka walaupun PAN sekarang ini sedang melaksanakan kongres, tetapi hasilnya akan tetap sama saja kalau si Amin itu tetap menjadi Ketumnya. Ingat lho Si Amin itu khan petualang politik kelas wahid di Indonesia. Sama seperti si Gogon dari Kisdi (agen provokator indonesia) itu dan Si Yusril dari PBB itu. Jadi kalau ingin tetap Indonesia maju saya rasa yaaa ikut ngarso dalem Sri Sultan HB X. Beliau itu reformis seperti bapaknya. Kalau ngarso dalem mendirikan partai saya kira dukungan beliau pasti besar minimal dari masyarakat ngayogjokarto sing nurut-nurut sama sultannya itu. Sekali lagi masrilah kita tetap konsisten terhadap pandangan yang pernah dicetuskan oleh para pendiri negara kita. MAJU TERUS PANTANG MUNDUR. -- On Thu, 10 Feb 2000 15:50:44 mBah Soeloyo wrote: > >mBah Soeloyo >Moderator ML JOWO WOJOSETO >SURADIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI >langganan: [EMAIL PROTECTED]; >berhenti: [EMAIL PROTECTED] >japri: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] >eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/wjseto >http://www.egroups.com - Simplifying group communications > >+ikutan nggadur, biar seruuuuu.... > >mBin ikutan: > >From: hestu ciptohandoyo <[EMAIL PROTECTED]> >: betul dan betul itu. Banyak sekali tradisi militer yang sudah >melekat >dan berirat berakar di dalam seluruh sistem kehidupan kemasyarakatan. >Bahkan di dunia Pendidikan pun demikian. Kita bisa melihat bagaimana >dosen-dosen dan guru-guru di seantero Indonesia disuruh berseragam, >berupacara, berapel, dan ber-ber lainnya. > >+lho seragam itu kan yang masih disenangi oleh budaya asia to? > buktinya begitu kran pembentukan partai dibuka, langsung panen > para usaha garment... bikin seragam partai. seragam juga >mencerminkan > suasana pikiran kok mas. artinya yaaa kalau seragamnya otomatis, > nggak pakai ba-bi-bu, tahu-tahu pakai.. brarti "isi pikrannya >seragam > pula.." hehee.... leluhur jaman dulu telah menengarai: "sakalir kang > rumagang bakal ngumpul sajuru-juru" (semua bentuk kehidupan akan > mengumpul sama golongannya) > > >sejak kapan budaya militeristis di ina bermula ? >apakah pola fasisme dan militerisme jepang begitu merasuk sungsum >masyarakat ? >padahal hanya 3,5 tahun mereka menguasai bumi nusantara ini. >ataukah sebenarnya bangsa ini adalah bangsa fasis dan militeristis >dari >sononya, >yang hidup subur pada budaya yang feodalistik, >dan menemukan bentuk idealnya pada pola jepang, >seragam, hirarkis dan upacara ritual kesetiaan... > >+ya jelas itu watak asli-sli bangsa ini to mbin? terutama bangsa >jawa... > lha lihat saja cerita kethoprak. orang dibilang mengabdi ke keraton > mengharap anugerah raja, pasti deh jadi "sorodadu mikul linggis". > pertama masuk jadi krucuk (damarwulan malah nggak diterima jadi > pam-kepatihan, cuman dijadiin tukang rumput... hehe), kemudian > ikutan perang dapat membunuh sorodadu musuh yang cukup beken, > terus diangkat jadi lurah-prajurit (dan-ru kali ya?), kemudian >ikutan > perang lagi, regunya berhasil mengecoh musuh lah misalna, terus > dinaikkan jadi lurah tamtama (prajurit inti), terus perang lagi, >menang lagi > dinaikkan jadi TUMENGGUNG.. tinggal manggung-manggung ndeketin > kaputren terus nyulik putri raja, dimarahin, minggat. balik lagi >KUDETA.. > hahaha gitu kan cerita negara kethoprak reruntuhan indonesia >sekarang? > (lha rajanya ternyata dah ganti sih....) > >tetapi kenapa budaya malu dan harga diri tak tumbuh di sini, >budaya lunak menghilangkan urat malu harga diri.. >malu adalah untuk tidak diakui khalayak, >dan harga diri adalah kursi dan materi. > >+jangan pakai contoh jepang ah, bikin malu aja. (masih punya lho > aku budaya malu). lha di sini waktu murid SD masuk gerbang yang > nyambut ngucapin "OHAYOU GOZAIMASU" malag wakil kepala > sekolah atau malah kepala sekolahnya sih, mBin! > >: Proses pendidikan dan pengajaran di jagat pendidikan Indonesia >mengarah pada bentuk robotisasi, pawangisasi, dan instan. Peserta >didik >tidak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan nalar >dan budi. Mereka harus sama persis dengan pengajar. Ini harus segera >berubah, kalau tidak jangan disalahkan jikalau generasi penerus akan >menjadi kuli-kuli intelektual yang hanya mengekor para pendahulunya >saja. > >+mas, selama "SERTIFIKAT" masih jadi ukuran, dan gelar akademik > masih menggantikan gelar kebangsawanan, hal-hal beginian sulit > dihindari. tambah lagi, ya itu.. budaya malu-nya hilang. > >: On Wed, 9 Feb 2000 19:35:15 eg wrote: >: >Briefing mah istilah militer Kang Marto, bukan istilah akademik. >: >Apa ada penjlentrehan yang indoktrinatif dalam lingkungan akademik >: >kecuali di jaman Orba. > >kelihatannya, budaya tersebut masih akan tertanam dan bertumbuh, >di masa yang akan datang pada rezim apapun.. > >+ya kalau gitu kita ikutan aja biar sekali-sekali daper enaknya.... > gitu lhooo. > >: >Nah yang di SD lebih hebat lagi. Kalau menjawabnya tidak sesuai >: >dengan buku atau gurunya maka jawaban itu disalahkan. Pantesan >: >nalarnya pada nggak jalan..! Logika berpikir tidak dikembangkan, >: >pokoknya harus benar! > >+yeeee, mas aswat nih gimenong? lha itu kan demi memenuhi kesera- > gaman dan kemudahan dalam proses komputerisasi masa kini? > makanya ada kisi-kisi, ada buku cbsa, dll.... yaaaa biar mudah lah > urusannya.. masalah hasil anak didiknya "dlosoran" semua aikyunya > MANA ADA URUS! > >akhirnya kan nggak cuman di sd aja to mas ? >di mana-mana bahkan sampe di ngunipersitas, je... > >: >Ini sungguh-sungguh melangar hak azasi manusia lho. > >lho, >hak azasi ne sapa ? >emangnya ada yang punya, to ? > >+hahahaaaa..... mbbiiiin.. mbin kalau belon kenal sama bung azasi, > ngaku saja lah.... > >salam, >mBin > >+laos, (temennya daun salam buat bumbu rawon....) > mBahSoel >__________________________________________________ > > > >- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com >-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/ >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI >Bergabung: [EMAIL PROTECTED] >Keluar: [EMAIL PROTECTED] > >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! > > > > > > > > > > > > Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at http://www.eudoramail.com - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com -- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
