Wuik, diskusi pakar milis kultint rame sekaleee, nggak nyampe deh mau ikutan.
Untuk cooling down, ini ada joke politik dapet dari obrolan teman seperjalanan.
Malam itu lampu dikamar Preecha tiba tiba padam. Sesosok makluk tinggi besar (hitam
lagi) menyeringai: "Kau boleh mengajukan tiga keinginan, dan pasti kupenuhi. Tapi
ingat, apapun keinginanmu, aku juga akan memberikannya kepada setiap politisi didunia
dua kali lipat. Hua ha ha haaaa"
"Siapa takut?" pikir Preecha. "OK, saya minta sejuta dollar!"
Seketika lampu berkedip dan setumpuk ikatan dollar teronggok didepannya.
"Ingat!" kata machluk itu "semua politisi sekarang mendapat 2 juta masing masing"
"Ya nggak masalah" jawab Preecha "Sekarang aku minta seratus ton tinja yang paling bau
dihalaman depan rumahku!"
Seketika Preecha menutup hidungnya karena nggak tahan bau yang sungguh menyengat!
"Ingat!" lagi kata machluk itu "semua politisi sekarang mendapat 200 ton tinja bau di
masing masing halaman rumahnya"Masih sempat senyum, Preecha bergumam:
"Yang terakhir" kata Preecha "Saya ingin mendonorkan salah satu ginjalku!"
'Oooops, bagaimana politisi bisa hidup tanpa ginjal satupun? Sekarang semua mereka
kehilangan kedua ginjalnya." desis mahluk besar itu sambil menghilang.
Dalam penerbangan ke Dubai malam itu sempat terpikir olehku mengapa Preecha tidak
memilih mendonorkan sebuah telinganya, atau matanya, atau .....ah sudahlah. Sa'adah,
cabin crew Ahlan wa Sahlan, eh Air Saudia yang sempat saya kenal semalam karena
kebetulan menginap dihotel yang sama di Singapore, membuyarkan lamunanku dengan
menawarkan minuman hangat. "We are about to have 30 minutes stop over in Colombo, koh
Yap...."
Yap