Sungguh saya menjadi menyesal setelah saya membaca postingnya mas Ferli.
Berdasarkan postingnya Mas Ferli saya menjadi tersadarkan bahwa apa yang saya
kemukakan di posting terdahulu yang menyertai penampilan Si Pabusacilat telah menjadi
menjadi masalah dan justru tidak menyelesaikan masalah yang sekarang dihadapo ileh
bangsa ini.
Saya mohon maaf, karena saya telah dibutakan oleh konsep mayoritas dan minoritas,
khususnya dalam persoalan keadilan. Untuk itulah untuk menghapus kesalahan ini saya
menyatakan bahwa Posting saya terdahulu dianggap tidak pernah ada, karena merupakan
posting yang bernada pembusukan.
Saya tidak akan mengulangi posting-posting serupa dimasa yang akan datang.
Mas Ferli....
anda telah memberikan butiran mutiara yang sangat berharga kepada saya. Anda telah
membuka wawasan kebangsaan saya, dan anda telah menyadarkan saya tentang
pandangan-pandangan saya.
Posting yang anda sampaikan sungguh sangat berharga bagi perkembangan intelektualitas
saya dan emosi saya. Memang saya menyadari bahwa posting yang saya sampaikan
terdahulu, semata-mata hanya untuk meng-counter posting yang disampaikan oleh Mas WAM
yang bernada sektarian. Ini hanyalah penilaian saya yang mungkin saja salah.
Dengan adanya posting seperti yang disampaikan oleh Mas WAM tersebut, saya memjadi
terpacu untuk mencoba melakukan oto kritik terhadap keimanan kita (yang muslim itu).
Saya salut kepada rekan-rekan yang telah Mas Ferli sebutkan seperti Mas Martin, Mas
Hestu, Mas Yap, Mbah Soel tak terkecuali Mas Ferli sendiri.
Mereka-mereka ini telah memberikan wawasan yang jujur dan tidak berpihak. Dan inilah
yang perlu selalu diupayakan agar kita memperoleh wawasan yang lebih luas dalam rangka
membangun indonesia baru.
Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf sebesar-besarnya kepada
teman-teman yang telah terusik rasa keimanannya sebagai akibat posting saya yang
vulgar tersebut.
Hormat dan sayang saya
PABUSACILAT
masih tetap dengan e-mail gratisan.
--
On Thu, 17 Feb 2000 08:35:29 Ferli Iskandar wrote:
>Met jumpa lagi Mas Marto Ember,
>
>Mbales ni ye ... hehehe ...
>Orang lagi ngelawak koq dibilang marah2 ... ayo dong, yg orisinil dong ...
>hehehe
>
>Lho, koq pergi lagi? Cepet amat ...
>
>-----Original Message-----
>From: Marto Blantik [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: Wednesday, February 16, 2000 8:10 PM
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Mari ketawa untuk posting nggak mutu kayak
>gini
>
>
>Waduh anda kok marah-marah begitu. Come on!!! Baru saja dibilang sama che
>kemarin, ' jaga perasaan umat Islam', ternyata sekarang
>muncul disini. Santai saja euuy, itu semua khan hanya interpretasi. Dan
>sekarang interpretasi anda sedang diuji lho. Kalau enggak
>kuat ya bisa emosi. Sudah ah aku enggak mau ikutan sampai disini saja.
>
>> > From: Ferli Iskandar <[EMAIL PROTECTED]>
>> > Subject: [Kuli Tinta] Mari ketawa untuk posting
>> > nggak mutu kayak gini
>> >
>> > Ketawa tapi serius yah. Maksudnya harus habis2an
>> > ketawanya ;).
>> >
>> > Gini. Tadinya saya pikir ketegangan di milis ini
>> > bersumber dari kecurigaan
>> > antar muslim dan nasrani, tapi sekarang saya
>> > meragukan ini.
>> >
>> > Mereka yg perspektif nasrani-nya kental spt Bung
>> > Martin, atau Bung Hestu,
>> > atau Bung Jan Mamarimbing, cenderung punya
>> > penilaian2 yg adil dan jujur
>> > terhadap kaum muslim. Salah paham sedikit tidak
>> > mengapa, tapi saya sungguh
>> > menghargai itikad baik yg tampak dalam posting2
>> > mereka.
>> >
>> > Tapi ada posting2 dari mereka yg identitasnya tidak
>> > jelas yg vulgar dan
>> > memojokkan kaum muslim. Tadinya saya pikir mereka
>> > adalah kaum nasrani, tapi
>> > ternyata rata2 mengaku sbg 'Islam abangan'. Saya
>> > sendiri adalah 'Islam
>> > abangan' dlm arti sholat saya masih jarang2, puasa
>> > romadlon satu dua hari
>> > suka batal, suka memberi ucapan selamat Natal kepada
>> > sahabat2 saya yg
>> > nasrani, tapi minimal saya masih merasakan
>> > keterikatan psikologis dengan
>> > kaum muslim. Kalau 'Islam abangan' dalam arti
>> > memojokkan kaumnya sendiri spt
>> > yg tampak dalam posting2 dgn identitas tidak jelas
>> > itu, saya bener2 nggak
>> > ngerti gimana proses seseorang yg bisa berbalik
>> > kepemihakan spt itu. Kenapa
>> > nggak keluar aja dari pengakuan Islam-nya?
>> >
>> > Terus saya pikir mereka sebenernya orang nasrani
>> > juga (karena tampak simpati
>> > kepada kaum nasrani), yg cuma mengaku-aku muslim.
>> > Tapi lagi2 saya jadi
>> > meragukan ini. Soalnya, dgn posting2 spt itu, jika
>> > benar mereka membela kaum
>> > nasrani, maka kaum nasrani sendiri yg rugi. Sama
>> > sekali nggak ada manfaatnya
>> > mengungkit-ungkit, memprovokasi (spt yg diakui oleh
>> > Mas Njing eh Pabu itu
>> > sendiri), menyebarkan kecurigaan, melecehkan kaum
>> > muslim, karena akibatnya
>> > bukanlah kaum muslim jadi lemah rasa identitasnya,
>> > tapi malah sebaliknya,
>> > memperkuat 'sense of identity'
Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at
http://www.eudoramail.com
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!