Sekarang saya yg jadi bener2 nggak enak hati. Ternyata saya sendiri yg
selama ini menderita paranoid dan mungkin bahkan psikopat. Kirain Mas Pabu
Sacilat itu 100% jahil, 100% provokator, 100% buruk, ternyata nggak juga.

Memang bener2 susah untuk tidak terjebak dalam persepsi sesaat, dan bisa
melihat secara lebih menyeluruh.
Karena itu, saya mohon maaf juga pada Mas Pabu dan Mas Yap atas sindiran2
saya yg kasar.

Salam,
Ferli

-----Original Message-----
From: pabu sacilat [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, February 17, 2000 2:39 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [Kuli Tinta] Mari ketawa :mutiara mas Ferli


Sungguh saya menjadi menyesal setelah saya membaca postingnya mas Ferli. 

Berdasarkan postingnya Mas Ferli  saya menjadi tersadarkan bahwa apa yang
saya kemukakan di posting terdahulu yang menyertai penampilan Si Pabusacilat
telah menjadi menjadi masalah dan justru tidak menyelesaikan masalah yang
sekarang dihadapo ileh bangsa ini.

Saya mohon maaf, karena saya telah dibutakan oleh konsep mayoritas dan
minoritas, khususnya dalam persoalan keadilan. Untuk itulah untuk menghapus
kesalahan ini saya menyatakan bahwa Posting saya terdahulu dianggap tidak
pernah ada, karena merupakan posting yang bernada pembusukan. 

Saya tidak akan mengulangi posting-posting serupa dimasa yang akan datang.

Mas Ferli....
anda telah memberikan butiran mutiara yang sangat berharga kepada saya. Anda
telah membuka wawasan kebangsaan saya, dan anda telah menyadarkan saya
tentang pandangan-pandangan saya.

Posting yang anda sampaikan sungguh sangat berharga bagi perkembangan
intelektualitas saya dan emosi saya. Memang saya menyadari bahwa posting
yang saya sampaikan terdahulu, semata-mata hanya untuk meng-counter posting
yang disampaikan oleh Mas WAM yang bernada sektarian. Ini hanyalah penilaian
saya yang mungkin saja salah.

Dengan adanya posting seperti yang disampaikan oleh Mas WAM tersebut, saya
memjadi terpacu untuk mencoba melakukan oto kritik terhadap keimanan kita
(yang muslim itu). Saya salut kepada rekan-rekan yang telah Mas Ferli
sebutkan seperti Mas Martin, Mas Hestu, Mas Yap, Mbah Soel tak terkecuali
Mas Ferli sendiri.

Mereka-mereka ini telah memberikan wawasan yang jujur dan tidak berpihak.
Dan inilah yang perlu selalu diupayakan agar kita memperoleh wawasan yang
lebih luas dalam rangka membangun indonesia baru.

Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf sebesar-besarnya
kepada teman-teman yang telah terusik rasa keimanannya sebagai akibat
posting saya yang vulgar tersebut.

Hormat dan sayang saya
PABUSACILAT
masih tetap dengan e-mail gratisan. 





- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke