Mas Kartiko,

Mereka kan tanpa sadar sedang diplot untuk memainkan peran guna
mengalihkan perhatian pemerintah dari pembongkaran kasus-kasus KKN
yang ternyata jauh diluar bayangan kita semua.

GD jauh sebelum menjadi presiden sudah gerah bahwa Orba telah
menggunakan agama sebagai alat politik. Apakah pengetahuan,
pemahaman, dan penghayatan  GD mengenai Islam lebih rendah dari
Soeharto?  Apa yang kita saksikan sekarang sebenarnya adalah
sisa-sisa masa lalu.

Coba aja perhatikan, apakah ini sebuah koinsidensi? Semakin
kasus-kasus KKN terkuak maka kerusuhan semakin merebak. Sekarang
pemerintah "seakan-akan" sedang berjalan sendiri dalam penanganan
kasus tersebut. Di satu sisi mereka berupaya untuk membongkar
kasus-kasus tersebut sembari meyakinkan para investor namun di
sisi yang lain ada usaha untuk menunjukkan bahwa Indonesia tidak
aman.

Bila kerusuhan-kerusuhan secara sporadis tersebut terjadi
dimana-mana maka sektor perekonomian akan terganggu yang pada
akhirnya stabilitas politik juga. Ini nanti akan menjadi sebuah
bola salju yang akan membuat  konsentrasi pemerintah serta
masyarakat akan berbelok sehingga pembongkaran kasus-kasus itu
juga semakin tidak jelas.

Yogya bisa jadi menjadi sebuah test case. Kapolda mengatakan bahwa
pelakunya bukan dari Yogya, namun Sultan mengatakan bahwa mereka
berasal dari Yogya. Bahkan salah satu tokoh agama Islam di Yogya
mengatakan bahwa yang melakukan pengrusakan di Yogya itu adalah
mereka yang berotak setan. Sudah sejak lama Yogya memang akan
digoyah namun tidak pernah berhasil.

Sekarang kita menunggu saja, apakah didaerah lain akan segera
muncul kasus yang akan diklaim sebagai pembalasan atas kejadian
Yogya meskipun itu disamping tidak ada hubungannya juga bukan
merupakan karakter Yogya. Masih Ingat kasus Kupang yang
dihubungkan dengan kasus Ketapang? Nah kuncinya memang akal sehat
dan hati nurani sebagai benteng terakhir untuk membendung usaha
provokasi. Benar kata GD dan MW bahwa selama rakyat mudah
terprovokasi maka kerusuhan akan terus berlanjut. Di Yogya,
beberapa kasus yang berlatar belakang agama pernah diadu domba
dengan selebaran-selebaran, namun itu bisa diatasi.

Sekarang ini banyak sekali orang yang kehilangan existing benefit,
dan itu tingkatannya bukan hanya yang  5 digit hingga 13 digit
namun juga multi dimensi. Berapa banyak mereka yang impiannya
telah melambung dan kemudian kandas di tengah jalan? Bayangkan
saja, dalam UU Anti Korupsi pelacakan bisa sampai ke anak cucu dan
keluarga.  Lihat saja tokoh-tokoh dan pilar-pilar kekuatan yang
dulu digunakan oleh kekuasaan Orba kini bak tanpa beban sama
sekali. Seakan-akan kita tidak mencatatnya Apa yang dulu diungkap
oleh GAT ternyata hanya awal.  Lihat sebagai misal kasus Bank
Bali,  BLBI . Padahal itu dulu tidak diungkap oleh GAT. Artinya,
kalau bola salju ini terus menggelinding maka kita akan semakin
sering terkejut. Oh..... ternyata ini salah satu hasil pembangunan
Orba yang harus kita nikmati! Apakah untuk itu kerusuhan juga akan
terus berlanjut?


��




----- Original Message -----
From: Ferdinandus KARTIKO <[EMAIL PROTECTED]>

     wah sekarang jadi trend.....habis tablik akbar mbakar
gereja.....apa
     tablik akbar itu memang tujuannya buat bakar gereja
ya...?????

     sebagai keturunan orang Yogyakarta, saya jadi malu terhadap
masyarakat
     yogyakarta............


     Ferdi

______________________________ Reply Separator
_________________________________
Subject: Sehabis Tabliq Akbar, Gereja2 di Yogya Dirusak Massa
Author:  [EMAIL PROTECTED] at Internet
Date:    31/01/2000 5:22 AM


Minggu (30/01/2000) telah terjadi perusakan gereja di Yogyakarta.
Perusakan ini diawali dengan kegiatan Tabliq Akbar di
Lapangan Sepak bola Kridosono, diikuti ribuan massa.  Tabliq Akbar
dimulai
sejak pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB.   Lalu,
sekitar pukul
14.00 WIB  massa melakukan konvoi melewati jalan-jalan besar di
Yogyakarta.
Di saat konvoi itulah terjadi perusakan terhadap gereja-gereja
yang ada di
pinggir jalan.

Hingga berita ini dibuat data sementara gereja yang dirusak
berjumlah 6
buah gereja, al:
- GKJ Taman Siswa
- Gereja Katolik Jetis (Gereja Rm. Mangun W)
- Gereja Katolik di Jl. Senopati
- Gereja Babtis di Jl. D.I. Panjaitan
- Gereja Katolik Pugeran
- GKI Gondomanan
- dan sebuah asrama suster.

Diperkirakan jumlah gereja yang dirusak masih bertambah, karena
masih ada
yang belum terdata.

Demikian informasi dari Ygyakarta
Mari kita berdoa untuk situasi keamanan di Yagyakarta.
Sumber: FKK Yogyakarta


-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke