--- Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Detik.com hari ini mengabarkan, ribuan massa PDIP Medan ngamuk
> berat.
> Pasalnya calon walikota mereka gagal total. Demikianlah PDIP
> kelihatannya
> belum juga mau belajar dari kegagalan dan kegagalan. Tentunya
> mereka tidak
> bisa terus-menerus mendapatkan katrolan belas kasihan dari lawan
> politiknya
> ( seperti naiknya Mega dulu itu) . Yang diperlukan adalah
> kecanggihan
> berpolitik dalam persidangan perwakilan. Bukan cuma kekuatan otot
> kepalan
> dan kesediaan pengucuran darah dari massa bawah.
>
Ah bung Hasan selalu saja berkilah tentang kecanggihan berpolitik
dalam persidangan perwakilan, dalam istilah lain yakni ke-mordern-an,
kecerdasan, management dan istilah muluk-muluk yang lain. Yang semu.
Yang sebenarnya tidak lebih daripada aksi tipu-tipu dengan uang
sebagai pemain utama. Yang sulit dibuktikan, tapi ada dan merupakan
penyakit turunan dari Orba. Inilah kelemahan utama dari sistem
perwakilan, tidak kebal duwit. Dan lagi-lagi pendukung PDIP yang
bodoh bin miskin selalu jadi tertawaan, karena bisanya cuma ngamuk.
Enggak bisa membeli wakil rakyat. Yang hanya mengharapkan agar elite
punya solidaritas dengan yang mendukung dia. Bila dukungan mereka
terciderai mereka tidak tahu harus kemana mengadu.
Semuanya itu merupakan bahan yang bagus untuk propaganda kebusukan
PDIP. Sudah seharusnya elite PDIP merasakan amukan serta teror dari
pendukungnya sendiri.
Bila kekecewaan itu mendalam sekali, bisa-bisa sebentar lagi muncul
orang-orang model Baader-Meinhoff. Senjata gampang dibeli, bom
gampang didapat, mau apa lagi.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!