Berikut adalah surat pembaca dari detik.com pagi ini.
    
detikcom - Sungguh saya terkejut dengan komentar salah seorang Rais Syriaj
PBNU KH Said Aqiel tentang kasus Buloggate yang meraibkan Rp 35 miliar
yang dianggapnya sangat kecil. Komentar tersebut benar-benar menyakitkan.

Sebagai salah satu generasi muda bangsa yang berusaha untuk terus belajar
dari kesalahan pendahulunya, saya merasa komentar Said Aqiel Siradj sangat
menyakitkan. Menurut saya, terungkapnya skandal Bulog, bagaimana pun bukan
besar uangnya yang dipermasalahkan. Tapi, mengapa hal itu bisa terjadi
dalam pemerintahan Gus Dur di era reformasi. 

Sebagai pribadi, saya memang tidak bisa dibandingkan dengan KH Said Aqiel.
Tapi, pembelaan buta Said Aqiel terhadap Gus Dur tanpa diimbangi dengan
kesejukan hati untuk menerima kritikan, saya kira bukan contoh yang baik
untuk generasi muda. 

Apalagi, bila segala sesuatu kemudian dibanding-bandingkan dengan jaman
ORBA. Kita sepakat perilaku ORBA sudah harus diakhiri. Tapi, dia tidak
kemudian menjadi sasaran untuk membenarkan hal-hal yang keliru walapun
dari segi kuantitasnya 'lebih kecil dari ORBA'. Tidak hanya untuk masalah
korupsi (uang) tapi juga kuantitas dan kualitas kebobrokan ORBA lainnya.

Kalau memang apa yang menjadi pola pikir KH Said Agiel itu mendapatkan
pembenaran, terus kepada siapa saya harus menumpahkan harapan bagi
kemajuan bangsa? Sekali lagi sebagai generasi bangsa saya merasa sedih.
Sudah saatnya, kita mereformasi dari diri kita dahulu.

WAM:
Kalau semua kesalahan hanya dibandingkan dengan _apa yang dianggap pernah
dilakukan Orba_ , rusaklah negara ini. Semuanya, asal dianggap lebih
kecil dari kesalahan Orba, terus dibenarkan. Kalau begitu, apa reformasi
ini identik dengan Orba kecil?







->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke