Assalamu'alaikum Wr.Wb. walah yo embuh mbah...wong aku tidak sempat lihat kampus. aku mung inget apa yang saya catet waktu diceramahi di Danau Toba itu kok. Memang mereka membedakan "ahli" dan "pakar", dan spt yang saya sampaikan itu. Om Margono --mantan rektor UNILA _red-- itu juga mengulang hal yang sama ketika mengadakan pelatihan TQM untuk mrk yang dapat beasiswa dari USAID. Aku juga baru tahu waktu itu kok Mbah. Kalau dicari setaranya, mungkin ada kaitan antara "expert" untuk pakar dengan "scientist" untuk ahli. Ahli hama kentang, krn memang dia dari sononya belajar dan meneliti hama kentang [By education and experience dalam riset]. Kalau pakar, selain kedua itu, ada lebihnya. Tapi kalau menurut Mbah keduanya sama, ya enggak apa kok. Aku sendiri waktu medengar dua kata itu beda, juga bingung. gitu aja mbah...udah ngantuk nich...mo bobok dulu. Wassalam, >From: "mBah Soeloyo" <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] >To: <[EMAIL PROTECTED]> >Subject: Re: [Kuli Tinta] dasar pengamat! (ahli) >Date: Wed, 21 Jun 2000 10:49:50 +0900 > >----- Original Message ----- >From: "Hercule Poirot" <[EMAIL PROTECTED]> >Saya jadi ingat ceramah mantan Deputi Atase Kebudayaan >Amerika untuk Indonesia beberapa tahun lalu. Dalam rangka >menyambut kembalinya para karya-siswa Indonesia yg dapat >scholarship dari pemerintah US, pak Deputi itu berpesan >"jadilah pakar, jangan hanya jadi ahli." >Ahli lebih banyak berkutat di bidang sendiri dan cenderung >acuh dengan kondisi masyarakat. Pakar adalah mereka yang ahli >dan bisa mengaktualisasikan keahliannya untki kepentingan >masyarakat banyak. Dalam kaitan ini, saya lihat para analyst >yang berbicara berdasarkan bidang yang mereka geluti itu >sedang memerankan diri sebagai "pakar". >--------------------- >mBS: >waduh.... mas poirot.. lha aku ini pengin yang simpel >simpel saja kok malah dibikin bingung? > >sayang aku tak punya KBBI (kuamus Buessaaar Bahaya Indonesia) >seandainya punya mungkin tak sebingung kali ini. > >lha witikna, >ujug-ujug pakar "dilainkan" dengan ahli. tiwas rumangsaku >sama saja antara pakar dan ahli. bedanya, pakar ini >kata (entah dari bahasa apa dan dari mana) adopsi >baru bahaya eh... salah, bahasa indonesia pada era >ORDE BARU, sedang ahli adalah kata pungutan dari Arab. >yang jelas kata ahli justru lebih pleksible, supel dan >bisa mulur mungkret. > >berikut adalah makna AHLI menurut pakar linguistik... >hehee... maksudnya ahli-bahasa alm. WOJOWASITO, dalam >kitab pusaka peninggalannya KAMUS LENGKAP INDONESIA- >INGGERIS, INGGERIS-INDONESIA. >entry AHLI: >1. relation, relative, family, people > (ahli waris, ahli klaten, ahli ponorogo, ahli jawa) >2. expert, skilled labourer, specialist > (ahli gigi, ahli bedah [ban], ahli hukum, ahli nyolong > ahli ngompres, ahli nylompret, ahli-nya ahli... > pokoknya ahli..) >3. skilled, practised, competent, qualified, authorized, > equal to. > (ahlul ngibadat, ahlul iman, ahlul kitab, ahlul nikah, > ahlul nujum, ahlus suluk, ahlul ahli, ahlul sudrun, > ahlul bahlul.... eh... kebablasen. ahlul bablas... > hehee) >keahlian -----> knowledge, skill. > >entry AHMAK: bahlul, stupid, dull, simple (nek bahasanya > orang malang[nian]: suempel.... > >nah jadi bingung kan aku. lha nggak tahu artinya pakar >seperti yang dimaksud bekas.. eh.. kayak mesin aja.... >mantan ngATASE PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN untuk AS itu. >ada yang mau nolong? biar nanti aku bisa jadi PAKAR >tak sekedar ahli gitu lho. lha sekarang buat jadi >ahli aja susyah.....? > >suwun, > >soeL >---- > > >->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI >Bergabung: [EMAIL PROTECTED] >Keluar: [EMAIL PROTECTED] > >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! > > > > > > > > > > > > ________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
