>From: "mBah Soeloyo" <[EMAIL PROTECTED]>
>poirot:
>Kalau ada rekan yang mo nungguin Monica Lewinsky, di sini
>banyak scholarship. Modalnya tak suse. GRE/GMAT seputar
>1900 syukur bisa di atas 2000; TOEFL minimal 550 syukur
>bisa 600. Di sini banyak profesor yang nyari murid. Hampir
>semua assistanship diambil kawan-kawan dari either China
>or India. Saya tidak tahu apakah ini disebabkan krn kita
>--indonesian-- tak banyak tahu atau memang kurang berminat.
>---------

>From: "mBah Soeloyo" <[EMAIL PROTECTED]>
>
>mas aku bahagia dengan tidak banyaknya orang indonesia
>yang "manggrok" di mancanegara hanya karena berburu
>karier dan duit. sebab itu adalah tanda bangsa indonesia
>masih sedikit bebas dari gejala "brain drainage" yang
>dilakukan oleh negara-negara sugih. kasihan kalau sampai
>banyak orang kita meniru orang india... kasihan indonesia
>dan rakyatnya. hanya bisa ngiler dan bangga thok, ada
>nama-nama asal negaranya yang ngetop di luaran, tapi
>nol perannya kepada negara sendiri.
>
>lain dengan china... rasa hormat dan setia pada budaya
>dan tanah leluhur mampu mengikat mereka untuk menyumbangkan
>peran se-adanya kepada pembangunan intelektual bangsanya
>yang sempat rontok akibat revolusi budaya. ilmuwan china
>di manca-negara tidak banyak yang amblas.
>
>terimakasih lho ya,
>
>soel
>----

Poirot:

Mbah sebenarnya yang saya maksud itu...mengapa tidak
banyak pemuda Indonesia memanfaatkan assistantship yang
melimpah di USA ini. Apakah karena tak banyak yang tahu
atau karena kurang berminat.

Kalau soal lari dari Indonesia setelah selesai sekolah,
wah...itu memang bergantung pada beberapa hal. Pertama,
sumber dana. Kalau mereka sekolah dari beaya sendiri,
peluang untuk tetap tinggal di USA setelah selesai
sekolah sangat besar. Krn kalau pulang ke INA, ongkos
sekolahnya tak akan pernah bisa kembali. Unless, mrk
bekerja di perusahaan yang memberinya gaji sangat besar.
Kalau mereka harus pulang...itu krn orang tua mereka
minta anaknya segera balik ke INA.

Kalau sumber biaya dari pemerintah Indonesia, mau tak
mau memang harus segera balik. Krn terikat tanggungjawab.
Saya waktu ambil master dulu sumber biaya dari pemerintah
USA, tapi ada catatan. Harus balik ke INA begitu selesai.
Apalagi sekarang, dananya langsung dari Bengkulu. Harus
balik ke Bengkulu.

Kalau kawan-kawan dari India dan China itu tak punya
kewajiban balik ke tanah airnya krn mereka merasa tak
diurus oleh pemerintahnya. Mbah...ini pengakuan kawan-
kawan yang sekarang lagi belajar di Maine. Both Chinese
and Indians. Mereka kalau saya tanya...lebih baik cari
kerja di sini saja...mengembangkan diri katanya.
Beberapa kawan dari India mengatakan akan balik krn
beasiswanya dari pemerintah India.

Sebenarnya saya lebih suka kalau makin banyak pemuda
INA yang bisa memanfaatkan assistantship dan scholarship
yang ditawarkan berbagai Univ. di US ini. Ini artinya
akan semakin banyak pemuda Indonesia yang bisa membawa
pulang ilmu yang bermanfaat bagi Indonesia [assume:
mereka pulang ke Indo setelah selesai sekolah].
Selain itu, bisa mengurangi beban keuangan negara yang
harus dikeluarkan untuk mengirim mereka ke US. Wong
ada fasilitas gratis kok enggak dimanfaatkan...gitu lho
Mbah maksudku.

Makanya kalau ada kawan yang tertarik...mumpung aku masih
disini...saya bisa bantu eni informasi yang dibutuhkan.
Gratis...

Wassalam,
+++Poirot


________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke