Saya baca di Rakyat Merdeka (hayo, siapa lagi yang mau nuduh ini koran
status quo?) bahwa seorang pembesar PWNU Jatim (lupa namanya) menganjurkan
agar duplikat bendera Indonesia yang disimpan di istana, dan dibuat pada
masa Suharto, disingkirkan dan diganti bendera baru. Katanya, berdasarkan
wangsit (katakan saja begitu) para wali songo yang diterima para kiai,
semua barang peninggalan jaman Suharto juga mesti dikeluarkan dari istana.
Katanya, barang-barang itu yang membuat negara ini tidak tenang.

WAM:
Sebagai orang Islam, saya nggak tahu mesti ngomong apa. 
Pertama, apa urusannya _para wali songo_ yang sudah meninggal itu dengan
manusia yang saat ini hidup. Setahu saya, begitu kita mati, putus juga
segala amalan kita. Nggak bisa lagi kita berhubungan dengan dunia fana.
Kedua, apakah hal-hal yang begini, mempercayai bahwa sesuatu barang (dalam
hal ini peninggalan Suharto) bisa menentukan baik buruknya kehidupan
manusia, bukan merupakan suatu perbuatan syirik?

Kenapa, misalnya udah gatel pengin mbuang segala yang berbau Suharto
dari istana, nggak dilakukan saja tanpa mengikut-ikutkan _wali songo_ yang
belum tentu benar itu? Terus, misalnya nanti mbah Dur nggak jadi presiden
lagi dan meninggalkan negara dalam keadaan mowat-mawut, apa ya
penggantinya mesti membuang barang-barang peninggalannya dengan
mengatakan: barang-barang peninggalan simbah ini bikin negara kacau balau?
Marilah kita cerdaskan masyarakat. Jangan diperbodoh dengan alasan-alasan
yang tidak masuk akal dan melanggar ajaran agama.




->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke