Assalamu'alaikum Wr.Wb.

mBah...saya sudah stop kok malah sampeyan masih "criwis"  sih:)

Kalau mau diskusi yang beneran, ikuti pak pendeta August Simanjuntak
dan kawan-kawan yang memang punya bekal cukup itu. Jangan di is-lam@.
Saya tak lama ngikuti mereka diskusi. Nyaman kok mbah. Tak ada olok-
olok. Tak ada caci maki.

Saya tak bisa menyimpulkan apa diskusi itu bisa nyaman krn mrk
punya "proper tool" untuk berdiskusi.

Weh mBah jangan ditanggapi.
Nanti tak sebarin bakteri di tanaman anggurmu loh kalau nekad :)

Wassalam,
+++Poirot

>From: "mBah Soeloyo" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] stop: [was ..Re: [Kuli Tinta] Sipilaised....
>Date: Thu, 13 Jul 2000 06:18:43 +0900
>
>dari pengalaman ikutan diskusi agama
>di "tempat-tempat"-nya, mas poirot,
>justru semakin panjang. tak berujung, namun
>kian meruncing dan tak ada penyelesaian
>yang bijak.
>
>di milist ini, setidaknya, aku merasa bahwa
>justru dengan bekal yang terbatas, para pendiskusi
>agama akan lebih hati-hati atau buka-buka lagi
>bahan yang tercecer, untuk mengajukan pandangan
>atau bantahan kepada lawan diskusi.
>
>dari pengalaman ikutan diskusi agama di milist-2
>lokal "calon ngelmuwan", aku justru memperoleh
>kesan, makian, hujatan dan saling meledek
>antar sesama pen-diskusi, gampang sekali marak.
>mungkin karena merasa masing-masing sudah berbekal
>cukup. walaupun toh bekal itu banyak berkesan sebagai
>hasil "cekokan" dari senior-senior. (lho ini pengalaman
>pribadi dengan sesama kolega se atap lho....). maka
>aku memberanikan diri berkata: "dalam diskusi agama,
>sering mitologis mengatasi logis". naluri-nalariah
>sering kelu, tunduk di bawah fatwa-jabariah....
>
>dan, aku hanya mengingati, bahwa posting bersubject
>sipilaised ini berangkat dari perkataan MADANI, yang
>kebetulan dicomot dari kata MADANIAH, sebagai suatu
>cerminan kehidupan yang baik di jaman lampau, kemudian
>pemosting pertama mempertanyakan, mengapa di jaman
>kini dengan kondisi geografo-klimatologis lebih
>baik, kok indonesia tidak bisa mewujudkannya.
>(hehee.. mangkanya dijadikan cita-cita ya.. kayak
>pancasila lah.. yang ternyata masih banyak yang
>belum bertuhan, masih banyak yang kejam tak ber-
>kemanusiaan, masih sulit bersatu, masih tidak memahami
>hakekat musyawarah dan mewakili.. dan belum juga
>adil.... wesssss... nggladrah nih yeeeee....)
>
>
>salam wa rahmah....
>
>
>soel
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke