----- Original Message -----
From: "Hercule Poirot" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, July 14, 2000 5:40 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] stop: [was ..Re: [Kuli Tinta] Sipilaised....
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
mBah...saya sudah stop kok malah sampeyan masih "criwis" sih:)
Kalau mau diskusi yang beneran, ikuti pak pendeta August Simanjuntak
dan kawan-kawan yang memang punya bekal cukup itu. Jangan di is-lam@.
Saya tak lama ngikuti mereka diskusi. Nyaman kok mbah. Tak ada olok-
olok. Tak ada caci maki.
Saya tak bisa menyimpulkan apa diskusi itu bisa nyaman krn mrk
punya "proper tool" untuk berdiskusi.
Weh mBah jangan ditanggapi.
Nanti tak sebarin bakteri di tanaman anggurmu loh kalau nekad :)
Wassalam,
+++Poirot
-------------
soel:
alaikumsalam, wa rahmah
hehee... biarin ah mo disebarin bakteri kek,
virus kek... biar. wong bukan punyaku sendiri kok.
lagian dah nggak punya taneman.
sekali lagi, mas poirot....
aku ngerasa antara yap dan plikemboh itu bukan
sedang mendiskusikan agama. mereka menunjukkan
bahwa suatu faham agama, dapat diinterpretasikan
bahkan diamalkan dengan titik berangkat pemikiran
berbeda, bahkan saling berlawanan.
lho lak aneh tah?
dan yang begitu itu, bagiku suatu "santapan"
bergizi buat pikiran. soalnya, sebagai seorang
yang sedang dalam perjalanan jakarta-surabaya,
ibaratnya, tersedia berbagai kendaraan. kebetulan
aku pilih kendaraan panjang, kereta api. namun
aku merasa bahwa tujuan ku lah yang sama dengan
jurusan si KA, yi. surabaya. sedang, aku sendiri
dengan takdir-ku dan urusan-Nya, bukan orang
asli jakarta. bahkan untuk mencapai stasiun
antara-pun aku harus menempuh perjalanan-2 kecil
dari ndeso ke kota. aku berangkat dari stasiun kecil,
KLATEN (bekas ibukota nusantara...hehehe).
lha kalau di dalam kereta itu ada orang bercerita
bagaimana sampainya ke masing-masing stasiun sebelum
KLATEN, lak menarik ta mas? syukur-syukur penumpang-2
yang naiknya dari stasiun-stasiun pra-Klaten itu
sekalian menceritakan stasiunnya, menu restorasi
sebelum-nya, bagaimana pedagang asongan, syukur-syukur
ada yang ceritya (seandainya) kecopetan, bagaimana
cara membeli karcisnya... dll. adalagi misalnya
penumpang transit dari bus malam. bisa karena busmalamnya
mogok, tabrakan, atau digunakan "ngobyek" kaya
bus garuda itu lho...
sehingga nanti sesampainya di SURABAYA...
lhoo.. kok makin banyak info yang
mengendap di memori ini tentang "nikmatnya" naik
kereta api Jakarta-Surabaya, tanpa aku harus
keraya-raya sampai Gambir atau Jatinegara...
(ah ingat lagu Juwita Malam jadinya....)
wis, ngono ae....
salam wa rahmah...
soel
----
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
- [Kuli Tinta] stop: [was ..Re: [Kuli Tinta] Sipilaised.... Hercule Poirot
- Re: [Kuli Tinta] stop: [was ..Re: [Kuli Tinta] Sipilai... mBah Soeloyo
- Re: [Kuli Tinta] stop: [was ..Re: [Kuli Tinta] Sipilai... Hercule Poirot
- Re: [Kuli Tinta] stop: [was ..Re: [Kuli Tinta] Sipilai... Hercule Poirot
- mBah Soeloyo
