On Fri, 14 Jul 2000, Agus Susanto wrote:

> Silahkan dicross-ceck itu cerita oleh-oleh dari Cak Nur (Nurcholis Madjid)
> ketika di Jombang......jadi begini setelah saya klarifikasi ke orang
> yang diceritain sama Cak Nur (ketika itu menjemput Cak Nur) itu
> begini...

WAM:
Buat apa saya mencek. Kurang kerjaan aja. Iya deh, saya percaya.
 
> Syafi'i (? pokoknya orang Muhammadiyah) yang sedang belajar di Chicago sana
> punya isteri...selama 8 bulan tak kunjung punya anak....lalu ada orang
> NU nyaranin (Cak Nur-kah ?) agar Syafi'i melakukan acara tingkeban,
> 'tujuh bulanan' isteri orang lain yang sedang hamil.....(sebagai
> "pancingan"..)

WAM:
Lho, kenapa anda jadi nggak yakin kalau itu Syafi'i?
Kenapa saya nggak percaya bahwa _tingkeban_ bisa membuat hamil? Saya tahu,
di masyarakat Jawa, ada kepercayaan bahwa memungut anak orang juga bisa
membuat hamil. Nah, logikanya, mana yang benar? Memungut anak orang, atau
membuat tingkeban? Belum lagi di masyarakat lain, yang pasti punya
kepercayaan lain lagi. Artinya, itu cuma soal kepercayaan. Bukan sesuatu
yang pasti benar. Anda mau percaya, silahkan. Kalau saya sih tidak
percaya.

> Nach, Syafi'i dan keluarga kemudian mengadakan acara syukuran tsb, tak 
> lama kemudian (sekitar berselang satu bulan) isterinya hamil......

WAM:
Tetap saja bung, itu tidak membuktikan adanya keterkaitan antara acara
tingkeban dengan kehamilan.  Kecuali anda mau ngotot. Ibaratnya, kalau
waktu itu juga terjadi hujan petir, apa ya kita bisa bilang bahwa hujan
petir membuat orang jadi hamil? 

> Btw, emangnya kenapa sich ? Orang tingkeban kok ndak boleh ? :-)
> Malu yach ngakuin...? :-)

WAM:
Yang bilang ndak boleh itu siapa? Mau tingkeban kek, mau tengkurep kek.
Wong duit-duit sampeyan sendiri yang dipakai kok.

Saya memang tidak melaksanakan tingkeban ketika istri saya hamil. Saya
tidak ambil pusing dengan ketuban anak saya ketika pulang dari rumah
sakit. Saya juga tidak melakukan acara tedak siten ketika anak saya mulai
turun tanah. Saya tidak melakukan apa-apa yang tidak disuruh oleh ajaran
agama saya. Nabi tidak pernah melakukan acara tingkeban ketika istrinya
hamil tujuh bulan, bukan? Bid'ah aja kok dibanggakan.
 
> Salam,
> si Gus


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke