On Fri, 14 Jul 2000 [EMAIL PROTECTED] wrote: > Oaalah, cuma urusan tingkeban saja kok geger. Bid'ah or bukan, gumantung > niyat lah (innamal amalu binniyat), wong itu bukan berkaitan dengan ibadah > khusus (maghdoh?). WAM: Cuma urusan niyat? Lha nek saya mau maling dengan niat berbuat baik, apa ya boleh? Niyat itu cuma separo syarat. > Jangan salah, praktek yang tampaknya ibadah juga bisa bikin "keseleo" kalau > niyat (di hati)-nya keliru. WAM: Apalagi yang bukan ibadah, tapi dipenting-pentingkan. Kayaknya dunia bakal kiamat kalau tidak dilakukan. > Lha iya to, seperti para praktisi bacaan tertentu yang berfokus untuk > memperoleh "power" tertentu, dan bukannya untuk mendekatkan diri > kepada-NYA. WAM: Itu yang tidak boleh. Biar kata bacaannya mirip-mirip penggalan Qur'an. > Tentu saja jangan dibalik, ada juga yang fokusnya untuk mendekatkan diri > (dzikrullah) sehingga efeknya ia memperoleh hidayah "power" tertentu (yang > ginian ini saya pengen meguru). WAM: Tapi, saya pernah baca, tidak ada _ilmu_ putih. Yang putih cuma nampaknya saja. Maksud saya, buat apa kita berupaya memperoleh _ilmu_ yang sebenarnya bukan kodrat manusia? > Tuh kan, prakteknya sama, tapi efek ukhrowinya berbeda. Jadi perlu > hati-hati. > Sama-sama melakukan tingkeban, tapi hati kita bisa menilai, sejauh mana > penghayatan upacara tingkeban tersebut dapat mengganggu akidah kita. WAM: Apa beda tingkeban dengan mitoni? ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
