Tadi malam, dalam acara pro-kontra di TPI, menghadapkan MAtori dan Ekky
Syahruddin, saya lihat ada sesuatu yang lucu. Pada mulanya, Matori
menuduh bahwa kelompok yang ingin melakukan interpelasi adalah kelompok
status quo. (Saya sendiri sudah menyamakan istilah status-quo seperti
istilah _taik kucing_, nggak ada maknanya. Bayangkan, kalau semua fraksi
disebut pro status quo, apa ini tidak big  bull-shit?). Namun, menjelang
acara berakhir, ketika Ekky agak _menurunkan serangannya_, Matori berubah
dengan mengatakan bahwa 4 orang (Mega, Amien, AKbar dan mbah Dur) adalah
reformis semua. Ngakak lah saya. Gimana bisa, sebelumnya ngotot bilang pro
status quo, kok berubah jadi reformis. Tapi wong namanya politisi, ya
bolah boleh saja bicara mencla mencle. Alhasil, istilah status quo atau
refromis itu nggak ada lagi maknanya. 


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke