Pemerintah Tak Punya Komitmen Berantas Korupsi Soal penyelewengan dana Rp 209 Triliun form: SM JAKARTA - Dana Rp 209 triliun lebih yang dilaporkan BPK telah diselewengkan selama tahun anggaran 1999/2000 bukanlah jumlah yang kecil. Namun baik pemerintah maupun kalangan DPR seperti tidak terkejut. Ketua DPR Akbar Tanjung, saat menerima laporan itu, mengatakan akan menanyakan kepada pemerintah. Dengan kata lain, DPR belum akan resmi berpendapat sebelum melalukan cross check pada pemerintah tentang dugaan penyelewenagan sebagaimana dilaporkan Ketua BPK Satrio Budihardjo Joedono. "Laporan BPK menjadi bahan masukan dan bisa ditindaklanjuti saat raker dengan departemen terkait," kata Akbar. Teten Masduki, Koordinator Indonesia Corupption Watch (ICW), kemarin mengatakan, penyelewengan itu terulang karena hingga saat ini pemerintah tidak punya komitmen kuat memberantas korupsi. ----> membaca berita nyelewengnya 209 trilyun rupiah oleh pemerintah ini benar-benar menarik. bagi para anti gusdur (agustus mundur, kata permadi, sh), dah pasti mendapat tambahan amunisi. pembela gusdur, jangan jangan tambah amukisi ya.... namun bagiku, itu yaaa akibat unsur pemerintah taraf di bawah menteri masih banyak orang lama. yang juga nyeleweng selama sekian tahun. lha kebiasaan nyeleweng itu, kok kebetulaaaan gitu lho, mendapat presiden yang buta-beneran dan kaya pembisik.. jadi bebassss.. bebassss tanpa bekas. lagian kabinetnya juga lorek-lorek.. bukan pelangi... tambah lah nyelewengnya makin bebassss... bebasssss tanpa bekas. ah, sayang, semua keasalahan orde baru, sudah diserahkan semua atas nama SOEHARTO. pembantu-pembantunya, sedang mau dimintai keterangan saja sudah ributnya bukan main. ada yang nyangka mo ditangkep... mo dijahati dll. bahkan ada yang berniat akan mendoakan presiden di depan kakbah (umrah) agar dilaknat tuhan 7 turunan.... hopo tumooooon... (wis... soel.. koen iku ojok ngroweng ae... demikian kata cak gigih....) soel -- ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke