>From: "Usman Maine" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [is-lam] Saya masih dukung Presiden Wahid
>Date: Mon, 15 May 2000 03:32:05 PDT
>
>Assalamu'alaikum Wr.Wb.
>
>>www.detik.com
>>Jimly Asshiddiqie:
>>Islam Modernis Bisa Terima Mega
>>Reporter: Suwardjono
>>
>>detikcom - Jakarta, Kelompok Islam yang pernah disebut-sebut pernah
>>phobi pada Megawati, sekarang bisa menerima bila dia jadi Presiden.
>>Paling tidak, itulah yang diungkapkan Sekretaris ICMI Prof Dr Jimly
>>Asshiddiqie. Soalnya, prestasi Gus Dur tidak bagus.
>>
>Usman Maine:
>
>Ada dua persoalan serius dengan pernyataan Jimmly di atas:
>
>[1] Dikotomi "Islam modernis" bisa terima Mega, punya makna
>    yang tidak terima Mega adalah Islam tradisionalis. Sebuah
>    pernyataan yang sangat berbahaya. Apalagi kalau dipakai
>    dalam konteks spt ini.
>
>    Arti pernyataan kalimat itu juga: Islam modernis adalah
>    sekelompok kaum muslim yang tidak istiqomah. Kalau dulu
>    menolak Mega karena alasan "Perempuan", sekarang pun
>    harus tetap ditolak. Sebab, penolakan Mega pada waktu
>    itu berdasarkan prinsip agama, yang karenanya tidak boleh
>    dilenturkan krn situasi politik masa kini.
>
>    Kalau penolakan thd Mega pada waktu itu krn persoalan yg
>    lebih bersifat "dunia" [non-agama], misal krn Mega dipandang
>    kurang cakap, barangkali tidak menjadi masalah bila sekarang
>    Mega diterima.
>
>[2] Presiden Wahid masih segar bugar, tidak melakukan kesalahan
>    prinsipal [melanggar konstitusi], meski dalam beberapa hal
>    membuat pernyataan yang membingungkan masyarakat. Tapi itu
>    belum cukup alasan untuk menggusur Presiden Wahid. Gejolak
>    nilai tukar rupiah bisa menimpa siapa saja [presidennya].
>
>    Kalau pun pencopotan Laksamana dan Jusuf Kalla bikin jengkel
>    orang-orang Golkar dan PDIP, Presiden masih bisa berlindung
>    dibalik hak prerogratif presiden. Pencopotan itu tak bisa
>    dijadikan alasan untuk menggusurnya.
>
>Saya terkejut dengan pernyataan Jimmly di atas. Presiden memang
>bikin kecewa, tapi belum cukup alasan untuk menggusurnya. Give
>him time. Bantu Presiden dengan saran-saran dan jalan keluar.
>
>Kelompok "Islam Modernis" hendaknya tidak dipakai dalam konteks
>persoalan ini. Sangat "volatile". Ada baiknya sebut saja siapa-
>siapa yang bisa bekerja sama dengan Mega [dan berniat gusur
>Presiden Wahid]. Kesan saya, bila ada gerakan untuk gusur Presiden
>dengan mendudukkan Mega di kursi Presiden...Islam Modernis yang
>disebut Jimmly adalah orang-orang yang opportunist.
>
>Bila nanti penggusuran itu dilakukan dan ternyata berbuntut dng
>"konsensi kursi" wakil Presiden dan menteri yang diberikan Mega
>kepada "Kelompok Islam Modernis", ini benar-benar sangat menge-
>cewakan. Mengecewakan karena sebenarnya kursi itulah yang
>sebenarnya memberi motivasi menggusur Presiden. Sebab, dalih
>karena presiden mengecewakan tidak bisa diterima akal untuk
>dijadikan alasan menggusur Presiden. Sekali lagi saya tegaskan
>Presiden hanya bisa digusur kalau melakukan kesalahan prinsipil
>[melanggar konstitusi], gagal mengemban amanat GBHN [misal ekonomi
>benar-benar terpruk], atau gagal menjaga integritas wilayah negara.
>
>Saya kemarin memang membuat tulisan yang menyeru untuk memberi
>dukungan thd sesama saudara muslim yang lagi punya "hajad".
>Tapi khusus dalam kasus ini, saya masih mendukung Presiden
>Wahid. Saya tidak melihat kesalahan yang dilakukannya cukup
>dijadikan alasan untuk menggusurnya dari kursi ke-Presiden-an.
>
>Kepada wakil-wakil rakyat yang muslim, hendaknya kekecewaan
>sampeyan kepada Presiden Wahid diobati dengan membantu Presiden
>mengatasi masalah yang dihadapinya. Bukan dengan menggusurnya.
>Jangan meninggalkan Presiden sendirian, mereka butuh dukungan
>sampeyan.
>
>Bila penggusuran ini dilakukan, meski lewat cara konstitusional,
>Jimmly [Islam modernis] akan menyakiti hati ummat Islam yang lain.
>Lihat bahaya ini baik-baik. Kita sedang susah payah membina ukhuwah
>dan menyatukan ummat, sekarang Jimmly membuat pernyataan yang bisa
>menuai perpecahan.
>
>Kalau pun Presiden Wahid harus jatuh, janganlah inisiatif untuk
>menjatuhkannya itu datang dari kelompok Islam [modernis atau
>tradiosional]. Majunya KHAW adalah karena pilihan wakil-wakil
>DPR dari kalangan Islam, masak sekarang mau dijatuhkan.
>Bagaimana etika politknya?
>
>Saya tidak nggondeli kursi Presiden harus ada ditangan orang
>Islam [wong nyatanya KHAW tidak memperjuangkan kepentingan
>Islam], tapi saya melihat bahaya yang lebih besar menghadang
>ummat Islam Indonesia kalau Presiden Wahid dilengserkan [ingat
>NU keluar dr Masyumi gara-gara kecewa soal kursi menteri Agama;
>NU keluar dari PPP gara-gara diperlakukan kurang adil di PPP].
>APakah sekarang ummat Islam akan mengulangi kesalahan yang sama
>dan lebih serius?
>
>Kalaupun Presiden harus jatuh...janganlah ada andil kelompok
>Islam [dari manapun] yang turut menjatuhkannya. Saya pribadi
>banyak kecewa dengan langkah Presiden Wahid, tapi...kali ini
>please...janganlah kelompok Islam turut andil dalam kejatuhan-
>nya...akan perlu waktu 50 tahun lagi nanti untuk menyatukan
>ummat Islam Indonesia. Janganlah kebencian/kekecewaan kita
>kpd Presiden Wahid menghorban ukhuwah Islamiah yang telah
>susah payah dibangun.
>
>sekali lagi...
>
>Bila presiden Wahid jatuh...biarlah itu karena ulahnya
>sendiri.
>
>Wassalam,
>=Usman Maine=
>"Lord opens
>      our eyes to see what is beautiful, or
>      our minds to know what is true, or
>      our hearts to love what is good"
>
>--------------------------------------------
>Usman Kris Joko Suharjo
>Dept. of Applied Ecology and Environmental Sciences
>University of Maine
>Deering Hall, Orono, ME 04469
>USA
>phn: 207-866-8660680
>fax: 207-581-2999
>Email: [EMAIL PROTECTED]
>-----------------------------------

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke