Kepada Presiden Yth.
(Seandainya Mail ini bisa sampai)

Sebaiknya Presiden segera meletakkan Jabatan.
Sudah sangat luar biasa yang Presiden lakukan dalam 10 bulan
bertenggernya Saudara Presiden di Istana Negara.

Kyai Presiden, sebaiknya Kyai kembali ke kittah, sepanjang
kitthah itu tidak cocok untuk manjadi Presiden, di negeri
yang kian carut marut ini, Kyai. Kembali sajalah kepada niatan
Kyai untuk menjadi Guru Bangsa, menjelang hasil pemilu di
umumkan, setahun yl. Guru bangsa sesial-sialnya telah ada
cerminan cerita kuna, yang terjadi pada Guru Druna. Betapapun
bijak dan baiknya Druna, terpaksa harus gugur terhina di medan
laga, dipenggal kepalanya, hanya karena akal culas titisan
dewa kebijaksanaan, Sri Krishna. Sehingga seorang pangeran
kecil negeri Cempala yang ditaklukkan oleh lima orang muridnya
mampu memenggal kepalanya. Tidak apa Kyai, karena hasil didikan
Druna yang mengendap di lima saudara Pandawa telah menjadi
teladan sepanjang jaman, meskipun hanya berupa cerita Epos.

Kyai Presidan, Sampeyan telah dianggap sebagai wali oleh
sementara pengikut Sampeyan. Sebaiknya tunjukkan kewalian Sampeyan.
Semisal kemampuan Kalijogo mengadopsi teknologi dari Samarkand,
dengan membikin Sokoguru dari "tatalan kayu jati Donoloyo" untuk
Masdjid Agung Demak. Atau menciptakan syair Gendhing semacam Ilir-
ilir karya Sunan Bonang, Kyai. Itu akan lebih baik dan menjadi
ajaran penyejuk bagi ummat yang awam. Menjadi wali juga paling
sial seperti Syech Situ Jenar. Wali yang mengajarkan Islam-
kebudayaan, mengganti butir tasbih dengan butiran gabah dan
kekacangan, sehingga para petani dapat berdzikir sambil menabur
benih. Namun hukuman mati dan vonis menghinakan yang diterima.
Badannya dinyatakan menjadi cacing tanah, dan ada pertunjukkan
kepala anjing di alun-alun depan istana sultan ditusuk tombak,
yang dinyatakan INI KEPALA SITI JENAR!

Kyai Presiden, Sampeyan tidak perlu khawatir akan nasib bangsa
Sampeyan. Karena para wakil-wakli kami di parlemen telah siap.
Bahkan siap dan siap-siap seandainya menggantikan Sampeyan!
Wakil-wakil kami itu sangat aspiratif kepada yang diwakilinya.
Mereka teramat malu dengan tuduhan Sampeyan, bahwa salah dua
orang kadernya Sampeyan copot karena KKN. Sayang Sampeyan tidak
bersedia mengatakan yang sebenarnya, malah seperti seorang guru
(yang pernah Sampeyan cita-citakan) mengajar ilmu ketatanegaraan
dan perundangan di depan wakil-wakil kami yang semua Melek Hukum.

Lagian, Kyai, dengan siap-siapnya FPG menjadi oposisi, berarti
tinggal 11% wakil-wakil kami yang mendukung Sampeyan tetap
bertengger di kursi presiden. Apa gunanya Kyai, bertahan dengan
11%. Serahkan saja Kyai, kepada yang lain.

Setulusnya, saya (bukan kami) lebih kangen dengan lawakan Kyai
seperti sebelum Sampeyan menjadi Presiden. Semisal, tentang
kegilaan ketiga presiden kami. Jangan sampai muncul anekdot
keempat yang menyatakan "Presiden ke-empat yang GILA-GILAAN".
Kyai, saya hanya menggagas, bahwa 209 juta rakyat yang wakilnya
hanya 500 kepala di gedung hijau, Senayan, terlalu banyak bila
dibanding 50 juta ummat Sampeyan.

Siapa tahu dengan mundurnya Sampeyan, bangsa ini lebih tahu
jalan pintas dalam melepaskan diri dari himpitan krisis.
Termasuk dalam menemukan sosok pemimpin yang lebih baik lagi. Demikian, Kyai 
anjuran saya. Saya yang sesuai dengan nama-saya,
Gondo Maruto hanyalah sejenis Angin Yang Bau. Yang kadangkala
hinggap di perut setiap manusia, serta mampu menunjukkan kesejatian
seseorang. Sedang menderita Ketosis atau Peptidosis... karena
bau saya...

Hormat saya yang bau,

Gondo Maruto



________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke