Nonton pentas DPR pagi ini betul-betul pengalaman luarbiasa. " Kami kecewa !
Kearifan yang kami harapkan lahir dari saudara presiden sama sekali tidak
ada ! Anda cuma datang dengan petentang-petenteng , nantang sini nantang
sana.....". " Kami mengharapkan kearifan Umar bin Khottob dari seorang kyai
seperti saudara, tapi.... ". Para wakil PDIP pun tidak geblek politik
seperti waktu mimpi melamun Mega gampang naik tahta dulu. Pelesetan wakil
PDIP yang memanggil wakil Presiden dengan Ibu Presiden , terasa menyegarkan
dan amat kreatif dan amat menjewer sang kiayi.

Demikianlah. Maka karyawan segenap rakyat negeri, sang presiden, selama
berjam-jam dipaksa mengunyah permen karet yang amat pahit. Dijewer, di
tuding, di jewer lagi , di jitak, kemudian dijewer dan dimarahi
terus-terusan. Alhamdulillah. Semua orang boleh sedikit tambah yakin.
Demokrasi mungkin bisa lahir di negeri ini. Seorang presiden pun bukan lagi
seorang Sultan yang mesti selalu diasapi dupa bak keris buatan mpu Gandring.
Presiden Indonesia kalau tidak perform atau awur-awuran atau nggak mau
repot-repot bakal di genjot abis. Dan bisa dibuang kedalam sampah kalau
memang terbukti cuma sampah. Alhamdulillah.

Pentas tadi pagi sebelumnya cuma bisa ditonton di sudut kampus,  dari mulut
mahasiswa "urakan", rendra atau sebaran gelap yang di uber-uber intelijen.
Kali ini pentas itu adalah pentas legal nyata yang ditonton rakyat luas.
Maka sudah tentu Megawati atau siapa saja yang berani kepingin jadi presiden
mendapatkan semacam "kuliah kerja nyata" : Jangan main-main dengan amanat
yang satu ini !  Jaman ini bukan lagi jaman main kayu, sambil main
membohongi banyak orang seperti jaman Bung Karno atau jaman Suharto !  Jaman
sudah ganti , bung ! Mudah2an semua yang belum kelewatan gebleg bisa belajar
dan bisa paham.

Luar biasa ! Tapi semuanya baru permainan pembukaan. Bagaimana kelanjutan
permainan tengah dan akhirnya, cuma bisa kita tunggu disertai harap-harap
cemas.

Wassalam
Abdullah Hasan




->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke