On Sun, 23 Jul 2000, mbah soeloyo wrote:
> "Cuci baju kotor"
> diculik dari kompas:
> Di tempat terpisah Ketua PBHI Hendardi menilai, rapat paripurna
> DPR tentang pengajuan interpelasi telah dijadikan ajang "cuci
> baju kotor" oleh sebagian partai politik di DPR, terutama Partai
> Golkar, dengan Presiden Abdurrahman Wahid sebagai "papan
> bilas"-nya.
WAM:
Kalau memang demikian, yang goblok itu siapa?
Yang nyuci baju, atau yang mau dijadikan papan cucian?
Kalau saja mbah Dur ini _nggak neko-neko_, mana ada kesempatan buat
mengkritik dia?
> Sikap ngotot yang ditujukan DPR untuk menolak dan tidak peduli
> atas penjelasan Presiden terhadap problem konstitusional lebih
> memunculkan kesan gairah "pokoknya mengalahkan" daripada
> pencarian kebenaran.
WAM:
Kebenaran yang mana?
Bukankah DPR minta simbahnya menjelaskan, mana buktinya KKN? Nggak
dijelaskan to, sama simbah? Malah berkutat ke soal hak interpelasi. Semua
orang juga tahu, kecuali orang bego, bahwa UUD itu tidak memuat semua hal
secara spesifik. Bahkan, Pemilu juga nggak disebut dalam UUD. Lantas
dikemanakan UUnya?
> "Ukuran kebenaran telah ditetapkan sendiri secara sepihak oleh
> mereka (DPR) berdasarkan agenda khusus untuk mempermalukan dan
> menjatuhkan wibawa Presiden. Namun apa yang malah terjadi adalah
> tayangan telanjang terhadap publik tentang kualitas para anggota
> DPR tersebut," kata Hendardi
WAM:
Apakah Hendardi juga bicara begini, ketika KPU dengan semena-mena melarang
Menteri kampanye, sementara anggota KPU boleh kampanye? Apakah itu bukan
tindakan hipokrit? Belum lagi ketika manusia satu ini menertawakan upaya
penasehat hukum Suharto melapor ke Komisi HAM internasional. Benar-benar
menjijikkan kelakukan orang berjenggot yang satu ini.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!