Mr. tuegs (two eggs) ini emang lucu....
wong nerima warisan UUD-45 kok disuruh ngerubah?
lha nyatanye, yang sebelumnya bilang UUD bukan sakral
UUD bukan harga mati, saja nyatanya malah buingung
gitu kok.
ning ya bener. walaupun masih berlaku itu UUD,
namun bila situas tak menuntungkan, yaaa tinggal saja.
mana ada urus dengan UUD segala macem.
jangan ken UUD-45. lha yang namanya TAP tatib ngempe-er
saja (berapa tuh yang tahunnya 1978, tentang sidang ngestimewa
tuh?) mau diubah kok.... karena, ya itu tadi... situasi tak
menguntungkan. buat apa di pertahankan.
lain dong dengan produk MPR-yang sementara dulu
TAP XXV/1966 itu yang haur dan kudu musti dilaksanaken
oleh dari pada presiden.
tadi pagi juga ada brita menarik. katanya ketua DPR usul,
agar presiden menjadi kepala negara saja. urusan pemerintahan
serahkan kepada wakilnya... lho-lho... nemen kan pengusaan
konstitusional anggota DPR yang merangkap ketuanya ini.
lha terus yang namanya mandataris itu apa sih? kok geseh semua
hasil-hasilku blajar kewargaan negara dulu... geseh semua.
eeee.. tapi sebentar ding. mungkin saja itu untuk siap-siap
seandainya ibu wakil presiden jadi kepleset menjelma
menjadi presiden, terus ketua dpr kecemplung jadi
wakilnya... sapa tahu.. semua kasak bin kusuk itu benar
adanya? siapa tahu, siapa tahu...

soeL
----

----- Original Message -----
From: "Tigane Khaleeh" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, July 24, 2000 5:10 PM
Subject: [Kuli Tinta] Paket (calon) Kepresidenan


Pemilihan presiden (dan wakilnya) yang terdapat di UUD 45
mengandung resiko,
di mana antara kedua pimpinan nasional tersebut bisa saling
menjatuhkan, atau,
dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berada di DPR (juga MPR)
untuk saling
mempertentangkan. Seperti pada kasus yang sekarang dihadapi, di
mana ketika
para legislator mencibir Presiden, maka dalam kesempatan yang
sama menjunjung
Wakil Presiden (misal dengan memlesetkan jabatan Megawati dengan
menyebut 'ibu
Presiden... eh salah... ibu wakil presiden... maaf.. maaf...
tidak sengaja..
tetapi.. ya.. alhamdulilah' dan seterusnya itu. Sebuah sikap
main-main yang
tak pantas.

Sebaiknya, kedua pimpinan nasional tersebut dipilih dalam satu
paket
(pasangan), sehingga di antara keduanya justru saling
memperkuat. Tetapi
merubah UUD pasti tak gampang.

________________________________________________________________
____
Get free email and a permanent address at
http://www.netaddress.com/?N=1

->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!















->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke