Kompas Cyber Media
Senin, 24 Juli 2000, 13:10 WIB
Bocoran Rencana Jatuhkan Gus Dur Beredar di Munas
PKB
Surabaya, Senin
Bocoran dokumen rencana menjatuhkan Presiden KH
Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) dalam Sidang Tahunan (ST) MPR yang ditulis
Priyo Budi
Santoso (anggota Fraksi Golkar) beredar di arena
Muktamar I Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) di Asrama Haji Sukolilo
Surabaya, Senin.
"Saya mendapatkan bocoran dokumen itu sehari setelah
sidang hak
interpelasi di DPR RI pada 20 Juli lalu. Saya percaya
isinya valid dan rapat
yang disebut dalam dokumen itu benar-benar ada," kata
Ketua DPW PKB
Jatim Drs. Choirul Anam ketika dikonfirmasi isi
dokumen itu.
Senada dengan itu, warga PKB dari Jember H. Didik Arif
Rusdi
mengatakan dokumen itu sudah lama beredar dan dirinya
menerima
sebelum datang ke Muktamar PKB di Surabaya. "Saya
terima dari
Jakartayang dikirim teman langsung ke Jember,"
katanya.
Hampir semua Pengurus Wilayah se Indonesia yang hadir
di
Muktamar I PKB di Surabaya ini telah memegang fotokopi
dokumen
tersebut.
Menurut Ketua DPW PKB Jatim Choirul Anam, pada Sabtu
malam
(22/7), masalah dokumen tersebut telah dibicarakan
oleh para Pengurus
Wilayah se Indonesia dan pada umumnya mereka menyikapi
kalau ternyata
dokumen itu benar-benar dilaksanakan, maka dinilai
inkonstitusional.
Sementara Priyo Budi Santoso ketika dikonfirmasi RCTI
di
Jakarta 24/7 (pukul 06.00 WIB) mengatakan "Demi Allah
saya tidak
membuat dokumen itu dan tidak tahu menahu dengan
pertemuan yang
disebut dalam dokumen tersebut. Demi Allah saya tidak
membuat
dokumen itu, ini fitnah, tapi saya tidak percaya kalau
teman-teman PKB
yang membuat. Sepertinya ada yang ingin membenturkan
kelompok-kelompok di DPR," katanya.
Surat satu lembar tertanggal 3 Juli 2000 dan
bertuliskan
"confidential" itu dilampiri kesimpulan hasil rapat
setebal delapan halaman
yang membahas tentang melemahnya posisi Gus Dur,
rencana jangka
pendek menaikkan Megawati menjadi Presiden,
kemungkinan serangan
balik mobilisasi massa pendukung Gus Dur dan rencana
aksi dan
penugasan.
Dalam pengantar surat beralamatkan "Yth. Bang Akbar di
Kuningan" itu dijelaskan adanya pertemuan terbatas di
kediaman
Arifin Panigoro di Jl. Brawijaya, Jakarta pada 27 Juni
2000, pukul 21.00 WIB
yang dihadiri oleh Fuad Bawazier, Ginandjar
Kartasasmita, Arifin Panigoro,
Kapolri, Kapolda Metro Jaya, Assisten Intel
Kapolri,dan Ketua Umum
PBHMI.
Mereka yang absen juga disebutkan Priyo Budi Santoso
(selaku
pengundang), Wiranto, Djaja Suparman, Adi Sasono dan
Dawam Rahardjo.
Isi dokumen antara lain kampanye solidaritas PDIP,
Golkar,
Poros Tengah melawan Gus Dur melalui isu interpelasi,
hak angket,
pemeriksaan kesehatan Gus Dur dan mengarahkan Sidang
Tahunan MPR
menjadi Sidang Istimewa, ekspose media massa khususnya
media
elektronik secara gencar.
Kapolri ditugasi menghentikan pemeriksaan Syahril
Sabirin dan
melokalisasi massa NU yang ke Jakarta, tapi massa
kelompok lain akan
dibiarkan mendekati Gedung DPR/MPR.
(Ant/Cay)
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!