Meneer eh... wan... Tuwan Karrountel....
anda ini kok senengnya nglucu dan aneh-aneh mikirnya.
lucu, wong geseh dari strategi militer dan naluri lasykar.
lucu, wong pengiriman lasykar yang siap tempur itu dah
realistik kok. lebih lucu lagi teman ku yang setengah ustadz
setengah direktur dan sepertiga penggembira. dia malah melucu,
bahwa SIN TING nya bangsa ini yang harus diterima dengan
jujur (relistik) agar dapat dicari obatnya. gitu lho. dia merasa
sinting, karena pada era daulah geografis-nationalis begini
tidak ada yang namanya daerah perang. sehingga pemberangkatan
sepasukan (apapun bentuknya) menuju daerah perang itu
dianggapnya sinting!
tapi jangan takut, masih ada lagi kawanku yang super gebleg
menganalisis. dia ini setengah mahasiswa tapi juga separuh
peneliti dan ahli aerodinamik. dia melihat "wah untung besar
politikus jakarta dan sekitarnya, karena lasykar yang siap
tempur berhasil dihalau ke ambon dan maluku utara.
dengan demikian politikus-2 tertentu tak ragu-ragu lagi buat
bikin riuh rendah di jawa, tanpa gangguan dan jeweran
pasukan siap tempur itu".
lho... kok jadinya aku seolah-olah menangkap, mengapaaaa
panglima lasykar bersikeras bertahan di ambon dan sekitarnya.
selain adanya logika: "wong lagi menang kok disuruh ninggal
gelanggang..." hehehee... kayak orang maen OBLUG ya?
Meneer tahu kan permainan oblug yang sering digelar
mendampingi panggung wayang kulit? di arena itu,
orang yang terus-terusan menang dan terus-terusan kalah,
memang tak mau minggir dari arena, sampai adegan di
pakeliran wayang selesai... diakhiri dengan adegan
BIMA KURDA (tayungan). dan tetep saja yang menang banyak
adalah BANDARNYA.

pun nggih Meneer.. semoga lekas tambah lucunya...


----- Original Message -----
From: "reijkman karrountel" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, July 25, 2000 8:30 PM
Subject: [Kuli Tinta] Mengapa Laskar Jihad tak mau pulang ?


Negeri ini sangat indah, dan lengkap. Lengkap dengan berbagai
hal yang
menurut pikiran saya agak sulit dimasukkan akal. Pemberlakuan
Darurat Sipil
merupakan sebuah pendekatan yang saya pikir cukup rasional untuk
menyelesaikan pertikaian di kepulauan Maluku. Salah satu item
dalam
pemberlakuan tersebut adalah dengan membersihkan unsur-unsur
yang berasal
dari wilayah tersebut harus keluar. Tetapi mengapa Laskar Jihad,
dikatakan
oleh panglimanya, menolak keluar dari Maluku? Kalau pun keluar,
maka mereka
akan berada di sebuah posisi yang siap-siap untuk kembali
bertempur? Dan
mengancam akan melakukan keonaran di Jawa jika mereka dipaksa
keluar?
Ternyata benar kata teman Jawa saya, Paido, yang bilang, tak
semua ingin
Maluku selesai kok meneer...


mBah Soeloyo
moderator [EMAIL PROTECTED]
http://www.egroups.com/group/wjseto
HP: http://io.spaceports.com/~wjseto


_______________________________________________________
Say Bye to Slow Internet!
http://www.home.com/xinbox/signup.html


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!















->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke