On Tue, 25 Jul 2000 20:50:53 +0900, [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Meneer eh... wan... Tuwan Karrountel....
> anda ini kok senengnya nglucu dan aneh-aneh mikirnya.
> lucu, wong geseh dari strategi militer dan naluri lasykar.
> lucu, wong pengiriman lasykar yang siap tempur itu dah
> realistik kok. lebih lucu lagi teman ku yang setengah ustadz
> setengah direktur dan sepertiga penggembira. dia malah melucu,
> bahwa SIN TING nya bangsa ini yang harus diterima dengan
> jujur (relistik) agar dapat dicari obatnya. gitu lho. dia merasa
> sinting, karena pada era daulah geografis-nationalis begini
> tidak ada yang namanya daerah perang. sehingga pemberangkatan
> sepasukan (apapun bentuknya) menuju daerah perang itu
> dianggapnya sinting!
> tapi jangan takut, masih ada lagi kawanku yang super gebleg
> menganalisis. dia ini setengah mahasiswa tapi juga separuh
> peneliti dan ahli aerodinamik. dia melihat "wah untung besar
> politikus jakarta dan sekitarnya, karena lasykar yang siap
> tempur berhasil dihalau ke ambon dan maluku utara.
> dengan demikian politikus-2 tertentu tak ragu-ragu lagi buat
> bikin riuh rendah di jawa, tanpa gangguan dan jeweran
> pasukan siap tempur itu".
> lho... kok jadinya aku seolah-olah menangkap, mengapaaaa
> panglima lasykar bersikeras bertahan di ambon dan sekitarnya.
> selain adanya logika: "wong lagi menang kok disuruh ninggal
> gelanggang..." hehehee... kayak orang maen OBLUG ya?
> Meneer tahu kan permainan oblug yang sering digelar
> mendampingi panggung wayang kulit? di arena itu,
> orang yang terus-terusan menang dan terus-terusan kalah,
> memang tak mau minggir dari arena, sampai adegan di
> pakeliran wayang selesai... diakhiri dengan adegan
> BIMA KURDA (tayungan). dan tetep saja yang menang banyak
> adalah BANDARNYA.
>
> pun nggih Meneer.. semoga lekas tambah lucunya...
>
Wayang kulit, bapak Mbah Soeloyo ?
Ah bapak Mbah benar-benar memutar jarum jam ingatanku, ketika aku masih
belasan taun umurku dulu. Papi saya, bagian dari pabrik gula di kawasan
Madioen, sering mengajak saya jika ada acara wayang kulit seperti itu.
Bahkan saya terpaksa merengekinya untuk membelikan tokoh wayang yang saat
itu aku kagumi, karena menang terus, siapa saja yang dilawannya. Ingat
sekali, wayang itu bahkan masih tersimpan dalam koleksi benda-benda
kesayanganku. Dia adalah Gatutkoco, dari Pringgondani yang punya
otot-kawat-balung-wesi-ora-tedas-tapak-paluning-pande-sisane-gurinda-dibedil-njondil-ditumbak-lakak-lakak-diuncali-bantal-klesetan
itu.
Kekaguman saya pada sosok-sosok yang berani mati, lalu menang, sedemikian
menggugah hobiku. Di mana bisa beli seragam yang dipakai Laskar Jihad, bapak
Mbah ?
Kata teman Jawaku, Paido, meneer pasti mirip dengan pemain di VCD yang baru
saya lihat, judulnya 'Aladin XXX'.
_______________________________________________________
Say Bye to Slow Internet!
http://www.home.com/xinbox/signup.html
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!