---
Ditanya apakah dirinya setuju ST MPR bisa merekomendasikan SI
MPR, Amien menyatakan tidak bisa menjawab setuju atau tidak
setuju. Alasannya, keinginan itu merupakan proses dari bawah
yang dibahas dalam sidang-sidang pleno BP MPR.
"Sementara saya (selaku Ketua MPR-Red) hanya mengetukkan palu
sesuai dengan kemauan anggota MPR. Jadi saya tidak berani
mengatakan setuju atau tidak setuju, saya tidak punya wewenang
(mengatakan hal itu) sama sekali," ujar Amien.
---
kalau membaca nukilan culikan berita dari kompas hari ini,
kira-kira apa yang yang akan terjadi?
soalnya, bapak amien rais telah mengaku kerendahan dirinya
sebagai ketua MPR yang hanya mengetukkan palu sesuai
dengan kemampuan berita eh.. kemauan anggota MPR.
apakah ini pertanda yang baik?
atau sebaliknya seperti teori kang Paido temennya Meneer
Karrountel, bahwa X lebih cenderung = -X.
jadi sekarang terserah anggota MPR to ya?
mBah Soeloyo
moderator [EMAIL PROTECTED]
http://www.egroups.com/group/wjseto
HP: http://io.spaceports.com/~wjseto
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
- Re: [Kuli Tinta] Apa ya kira-kira? mbah soeloyo
- Re: [Kuli Tinta] Apa ya kira-kira? Daniel H.T.
- Re: [Kuli Tinta] Apa ya kira-kira? Manghi Risingh
