At 02:37 PM 7/27/00 +0700, you wrote:
>Belum lagi kesukaannya jalan-jalan ke luar negeri pada saat di Ambon pecah
>kerusuhan.
Siapa tahu kalau GD waktu itu tidak keluar negeri, propinsi Indonesia
tinggal 25
apakah itu anda inginkan ?
>WAM:
>Dibenarkan dalam keadaan darurat. BUkan terus seenaknya dibenarkan.
>Percayalah, cara terbaik menghilangkan kemungkinan munculnya jihad hanya
>dengan memberlakukan hukum formal. Artinya, siapa salah mesti dihukum.
>Nggak lihat-lihat orang atau kelompok. Di Ambon itu tidak terjadi.
nah sekarang gini
Anda mendukung dikirim LJ
oke.
Sekarang pertanyaannya :
1. Apakah anda setuju dengan pernyataan beberapa orang sebelumnya "biar
Rakyat Maluku menyelesaikan persoalannya sendiri"
2. Kalau gini terus timbul ketidak adilan terus bukan ?, giliran yang pihak
Islam terdesak, kirim laskar jihad, nah terus gantian yang pihak Kristen
yang terdesak, terus ? dibantai.
Nah sekarang, kalau digilir, dikirim laskar salib, nah ... siapa tahu
gantian yang pihak Islam yang terdesak, kalau gini ? baru selesai setelah
penduduk Indonesia habis ? kan kirim kiriman laskar ?
3. Kenapa anda tidak minta cuti dari BPPT gitu, terus ikut laskar jihad,
siapa tahu anda bisa lebih baik dibanding tentara ?, kenapa harus dengan
mental lama terus, koar koar dibelakang, giliran suru maju gemeteran.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!