Assalamu'alaikum Wr.Wb.
>From: "Benny" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: RE: [Kuli Tinta] Att: bung Benny [was ...RE: [Kuli Tinta] Pemimpin
>Kelompok
>Date: Fri, 28 Jul 2000 08:54:28 +0700
>
>Poirot:
>
>Pertama, Islam melarang pembunuhan. Pembunuhan merupakan salah
>satu dosa besar dalam Islam.
>
>Tapi sebagai orang yang pernah besar di gereja, saya
>tahu bahwa Kristen juga mengajar "an eye for an eye".
>Ini sama dengan hukum qishos dalam Islam. Pembunuhan
>dibalas dengan pembunuhan.
>
>Benny :
>Terima kasih sdr Poirot. Keinginanan saya untuk lebih tahu thdp hukum islam
>ini mendorong saya untuk berdiskusi lebih lanjut.
Poirot:
Saya terpaksa mengecewakan sampeyan. Karena saya tidak
ingin berdiskusi lebih lanjut. Apa yang saya sampaikan
kemarin hanya untuk menunjukkan kepada sampeyan kalau
selain hukuman atas tindakan pembunuhan, juga ada
pengampunan. Pembunuhan tak harus dibalas dengan
pembunuhan jika keluarga korban memberi pengampunan.
>Kalau saya salah menyimpulkan tolong koreksi saya sehingga saya mendapat
>pemahaman yang lebih
>baik tentang Islam. Bukankah begitu gunanya berdiskusi ?
>Sesuai dengan hukum qishos seperti yang anda ceritakan " >.....pembunuhan
>dibalas dengan pembunuhan.", berarti saya tidak salah meyimpulkan khan ?
Poirot:
jangan dilupakan aspek "mercy"-nya. Bahkan pemberian maaf
dinyatakan oleh Allah lebih utama dari pada menghukum.
Say, kalau keluarga korban mengampuni, itu lebih mulia
dan utama di mata Allah.
>Tentang pernyataan anda bahwa dalam ajaran Kristen ada "an eye for an eye"
>karena anda mengaku pernah hidup digereja, tolong dulu berikan kutip
>alkitab yang menyatakan ini. Mungkin saya atau rekans saya yang lain dapat
>memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap arti dari ayat tersebut.
>Bukankah begitu gunanya diskusi ?
Poirot:
duh bagaimana toh sampeyan ini. kok malah minta saya
yang mencari :)
apa tidak lebih baik sampeyan sendiri yang mencari
dan memberitahukannya kepada saya? dan menjelaskan?
meski saya punya King James Version [sehabis subuh tadi
saya baca setelah saya selesai mengaji], saya tak mau
mendiskusikannya.
Menurut saya ajaran agama is not up to discussion.
Menurut pengalaman saya, mendiskusikan ajaran agama
antar 2 penganut agama yang berbeda, lebih banyak
mendatangkan mudharat [keburukan] dari pada kebaikan.
Sebab, masing-masing punya pijakan dan handbook,
yang diyakini oleh penganutnya sebagai hal yang
benar.
Kalau pun saya ingin tahu, saya akan bertanya kepada
mereka yang saya anggap ahli. i.e, saya dulu sering
nanya ke Romo Alex lewat paroki@ tentang beberapa hal
yang terkait dengan isi Bible.
Dari dulu di paroki@ fica@, saya bersikap bahwa kita
tak perlu menilai ajaran agama orang lain. How ridiculous
it sounds to us. Sebagai analogy saya selalu mengambil
contoh students yang sedang mengerjakan ujian.
Tiap student tak perlu mengoreksi/menilai pekerjaan
orang lain. Tapi tiap student harus yakin bahwa apa
yang ia kerjakan adalah is the best. Siapa yang akan
tahu jawaban siapa yang benar? Si Professor.
So, menurut saya...mendiskusikan ajaran agama antar
2 pemeluk agama yang berbeda sebaiknya dihindari.
Apa yang saya tulis kemarin sekedar mengingatkan
dua hal penting yang terlewat dari kesimpulan
sampeyan: [1] Mercy dan [2] Pengadilan.
Bukan main tubruk, bunuh-balas-bunuh.
saya minta maaf kalau tak bisa melayani diskusi agama
lebih lanjut. Selain menurut saya hal itu tak membawa
manfaat banyak, saya juga bukan ahlinya. Saya tidak
ingin orang mendapat impressi yang keliru tentang
Islam hanya karena kebodohan saya.
Kalau sampeyan mau bertanya bagaimana tanaman bisa
tumbuh di dalam botol, pertanian organik, genetically
modified plant... I will be glad to discuss it with you.
>salam hangat
Wassalam
+++Poirot
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!