Lama-lama milis ini jadi miniatur maluku (minus bunuh-bunuhan,
bakar-bakaran, dan bongkar-bongkaran. LJ-nya sih sudah tersedia)

On Sat, 29 Jul 2000 23:20:58 +0700, [EMAIL PROTECTED] wrote:

>  
>  
>  ----- Original Message -----
>  From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
>  To: <[EMAIL PROTECTED]>
>  Sent: Thursday, July 27, 2000 9:44 AM
>  Subject: RE: [Kuli Tinta] Pemimpin Kelompok "Merah" Dibekuk di Poso (fwd)
>  
>  
>  > On Wed, 26 Jul 2000, Benny wrote:
>  >
>  > > WAM:
>  > > Siapa yang bilang dia rohaniwan Kristen?
>  >
>  > > Benny :
>  > > Baguslah kalau begitu, trus pertanyaan apakah tindakannya sudah
sesuai
>  > > dengan ajaran Kristen anda belum menjawabnya.
>  >
>  > WAM:
>  > Saya bukan orang Kristen. Namun, saya sering mendengarkan bagaimana
ajaran
>  > Kristen dikemukakan. Cinta kasih. Kalau saya harus menjawab pertanyaan
>  > anda, dengan tanpa ragu saya akan mengatakan: Tibo dkk (dalam kasus
Poso)
>  > sama sekali tidak mencerminkan ajaran Kristen. Saya yakin anda juga
akan
>  > menjawab sama. Yang saya selalu dengar, ajaran Kristen mengatakan:
berikan
>  > pipimu yang kanan apabila pipimu yang kiri ditampar. Itu yang jelas
tidak
>  > dilakukan Tibo dkk di Poso. Salah siapa? Ndak tahu saya. Yang jelas,
>  > ajaran Kristen yang saya sering dengar itu baik. Di lapangan kok bisa
>  > lain?
>  >
>  >
>  > > > Bila kita terus saja mencari-cari kelemahan lawan tanpa melihat
sisi
>  > > baiknya mustahil akan tercipta kedamaian fren....
>  >
>  > > WAM:
>  > > Lah mas, kebaikan mana yang mesti saya cari dari Tibo?
>  > > Tolonglah anda tunjukkan, kebaikan apa yang sudah ditunjukkan orang
ini
>  > > dalam konteks kekerasan Poso. Jangan menyimpulkan sendiri apa yang
tidak
>  > > saya tulis. Kedamaian baru akan disepakati setelah para kriminal
>  > > tertangkap dan diadili. Yang sudah mati tidak akan kembali hidup.
Namun,
>  > > sodara yang hidup tidak akan mendendam lagi manakala penjahatnya
sudah
>  > > ditangkap dan diadili.
>  >
>  > > benny :
>  > > Maksud saya bukan pada sdr Tibo. Kalau memang dia salah, di dunia ini
>  > > biarlah hukum yang akan menindaknya, dan Tuhan nantinya akan
>  mengadilinya di
>  > > akhirat.
>  >
>  > WAM:
>  > Setuju.
>  > Dalam konteks itu pula saya memforward berita yang saya terima dari
>  > detik.com. Namun, pagi ini, saya baca di koran (silahkan nebak sendiri
>  > koran apa, dan tebakan anda bisa salah) bahwa pada awalnya Tibo tidak
mau
>  > dibawa tentara. Bahkan, lonceng gereja sudah dibunyikan serta para
>  > pengikutnya sudah mulai mengepung tentara yang akan membawanya. Ketika
>  > tentara _membawa lari_ Tibo, dikejar dua truk pengikutnya. Artinya,
>  > pengikut Tibo tidak setuju orang ini diadili. Bisa jadi, mereka anggap
apa
>  > yang mereka lakukan, membunuh ratusan orang laki perempuan dan anak
kecil,
>  > itu benar. Anda sendiri, saya yakini anda adalah orang Kristen,
>  > berpendapat apa? Apakah anda menyetujui apa yang dilakukan orang-orang
>  > itu?
>  >
>  > > Yang saya maksud kenapa tuan, mem follow up suatu tindakan
penganiayaan
>  > > terhadap satu agama tertentu saja. Karena disana ada dua agama yang
>  bertikai
>  > > tentunya ada juga pembunuhan terhadap agama yang satunya. Tapi
>  > > sudahlah,....kalau memang hati tuan masih sempit kita tidak akan
dapat
>  terus
>  > > berdiskusi baik dengan hati yang sudah terbakar.
>  >
>  > WAM:
>  > Jadi, anda menganggap kalau dua kelompok sudah saling berbunuhan,
>  > syah-syah saja apa yang dilakukan mereka? Lupakah anda, kelompok mana
yang
>  > bertindak berlebihan? Jika membunuh satu orang dianggap sebagai alasan
>  > syah untuk membalas membunuh seribu orang, tidak perlu lagi kita
diskusi.
>  > Anda tidak menghargai nyawa manusia. Anda hanya menghargai jika nyawa
itu
>  > masuk kelompok anda.
>  >
>  > > > Sekali lagi, pandanglah suatu kasus dari semua sisi, dan jangan
>  sepihak
>  > > agar tercipta keadilan.
>  >
>  > > WAM:
>  > > Sisi yang mana? Pernahkah anda mengandaikan sebagai warga Muslim di
>  Poso?
>  > > Look, saya hanya menginginkan orang yang salah untuk dihukum.
>  > > Bukan mengobarkan dendam yang nggak ada habisnya. Apakah anda menolak
>  > > keinginan agar pembunuh di Poso diadili?
>  >
>  >
>  > > Saya seorang Katolik, Bapak saya katolik, Ibu saya Islam, keluarga
ibu
>  saya
>  > > Islam. Jadi saya nggak akan mungkin membenci Islam, mungkin saya ada
>  yang
>  > > nggak simpatik dengan orang yang mengaku Islam tapi ajarannya nggak
>  sesuai
>  > > dengan Islam.
>  >
>  >
>  > WAM:
>  > Anda boleh mengaku apa saja di milis ini. Toh, tidak ada yang bisa
>  > membuktikan. Tahukah anda, orang yang Islam yang _tidak mengamalkan
ajaran
>  > Islam_ adalah mereka yang diam saja menyaksikan _saudaranya_ dibunuhi?
>  > Saya cuma bisa teriak-teriak di internet. Itu pula yang saya lakukan.
Saya
>  > hanya ingin kekerasan itu diakhiri. Bukan membalas dendam. Biarlah
hukum
>  > yang _membalas_ kedzoliman itu.
>  >
>  > > Jadi tolong tunjukkan kepada saya dimana tulisan-tulisan saya di
milis
>  ini
>  > > yang terus mengobarkan dendam yang tidak ada habisnya, apalagi
terhadap
>  > > Islam.
>  >
>  > WAM:
>  > Justru saya yang ingin membantah pandangan sempit segolongan orang di
>  > milis ini, yang menuduh bahwa menceritakan kejahatan yang terjadi di
>  > Maluku dan Poso adalah menimbulkan dendam.
>  >
>  > > Tentang kejahatan di pembunuh Poso, biarlah hukum yang membuktikannya
>  dan
>  > > mengadilinya.
>  >
>  > WAM:
>  > Setuju. Dan jalan pertama adalah menangkapi orang-orang yang diduga
>  > menjadi pelaku. Cukup banyak para saksi yang bisa menyeret mereka.
>  > Termasuk para korban yang selamat dari pembantaian. Sebaiknya anda baca
>  > saja kisah lolosnya mereka dari pembantaian keji itu. Baru berkomentar.
>  >
>  > Tertangkapnya Tibo adalah jalan pertama menuju pengadilan itu.
>  >
>  >
>  > ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
>  > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>  > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>  > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>  >
>  > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  
>  
>  ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
>  Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
>  Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>  Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>  
>  Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>





_______________________________________________________
Say Bye to Slow Internet!
http://www.home.com/xinbox/signup.html


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke