On Thu, 27 Jul 2000, Benny wrote:

> Benny :
> Terima kasih sdr WAM mungkin kita sudah mendapat beberapa kesepakatan.
> Pengajaran agama kristen atau islam atau agama lain lain oleh
> pemuka-pemukanya saya rasa akan mengajarkan hal yang sesuai dengan alkitab
> mereka masing-masing.

WAM:
Saya permasalahkan _kejadian di lapangan_. BUkan di tataran teori.

> Apakah tuan WAM setuju kalau sekelompok orang yang beragama Islam melakukan
> perampokan atau pembunuhan beratas namakan Islam, terus umat yang lain sudah
> mengatakan bahwa Islam itu kasar, atau islam itu tidak baik hanya karena
> tindakan sekelompok orang tersebut ?

WAM:
First and foremost, saya tidak percaya ada orang yang merampok atau
membunuh in the name of Islam. Bisa saja orang Islam menjadi pembunuh atau
Perampok, namun tidak melakukannya untuk kepentingan Islam. 

Yang kedua, pernahkah saya mengatakan (untuk menjawab pertanyaan anda)
orang Kristen itu jelek semua, hanya karena yang terjadi di Ambon? Rasanya
belum. Saya hanya heran, kok ajaran Kristen yang katanya penuh cinta kasih
itu diterjemahkan lain di lapangan? Apakah mereka yang salah baca, atau
mereka belum paham benar ajaran Kristen yang benar?
 
> WAM:
> Artinya,
> pengikut Tibo tidak setuju orang ini diadili. Bisa jadi, mereka anggap apa
> yang mereka lakukan, membunuh ratusan orang laki perempuan dan anak kecil,
> itu benar. Anda sendiri, saya yakini anda adalah orang Kristen,
> berpendapat apa? Apakah anda menyetujui apa yang dilakukan orang-orang
> itu?

> Benny :
> Anda sering sekali membuat suatu pertanyaan yang sifatnya menjebak. Yang
> pasti ajaran kristen adalah cinta kasih dan melarang hal-hal pembunuhan.
> Makanya biarlah hukum yang akan membuktikan dan mengadili sdr Tibo.

WAM:
Lho, anda menyuruh saya melewati pertanyaan _jebakan_, anda sendiri tidak
bersedia melewati? Apa susahnya anda bilang, mereka tidak mengamalkan
ajaran Kristen? Malu, atau nggak sampai hatikah anda? Atau, anda
menganggap pembunuhan yang mereka lakukan itu justru dalam rangka
mengamalkan ajaran Kristen? Wow. Kalau anda tidak menjawab, justru orang
bisa salah sangka, bung. Saya tidak ragu untuk mengatakan, orang Islam
yang membunuhi orang lain dengan semena-mena sebenarnya bukan sedang
mengamalkan agamanya. Justru mereka, bisa jadi, sedang mengamalkan
ilmu setan. Tidak perlu saya lindungi orang Islam yang kelakuannya tidak
islami. Dalam perang pun orang Islam dilarang membunuh tentara yang sudah
menyerah. Kalau itu dilakukan juga, orang itu melanggar ajaran Islam. 
 
> Kasus tibo dan kelompoknya adalah suatu kasus yang dapat dianalogikan dimana
> seorang pemimpin yang mempunyai pengikut dan pemimpin tersebut sudah
> dikultuskan sebagai pemimpin yang tidak mempunyai cacat sama sekali
> dikarenakan pemimpin tersebut sudah memberikan kemudahan-kemudahan kepada
> pengikutnya tersebut. Jadi apabila sang pemimpin ini mempunyai masalah bukan
> mustahil pengikutnya akan turut membelanya. Ini semua terlepas dari apakah
> pemimpin tersebut berbuat yang jahat atau berbuat yang baik.

WAM:
Di situ permasalahannya, bung.
Bisa jadi pengikut Tibo tidak mampu lagi melihat mana yang benar dan mana
yang salah. Yang saya minta konfirmasi adalah jawaban anda sendiri, yang
saya yakini bukan pengikut Tibo. Makanya saya berharap anda bisa melihat
lebih jernih. Jangan anda memposisikan sebagai pengikut Tibo. Salah atau
benar pokoknya saya bela.
 
> WAM:
> Jadi, anda menganggap kalau dua kelompok sudah saling berbunuhan,
> syah-syah saja apa yang dilakukan mereka?

> Benny :
> Anda mungkin perlu belajar bahasa Indonesia. Coba cari kalimat di mail saya
> yang mengatakan hal tersebut.
 
> WAM :
> Lupakah anda, kelompok mana yang
> bertindak berlebihan? Jika membunuh satu orang dianggap sebagai alasan
> syah untuk membalas membunuh seribu orang, tidak perlu lagi kita diskusi.
 
> Benny :
> Saya sedih melihat analisis anda untuk melihat kejadian di sana. Saya
> sendiri tidak merasa merupakan salah satu bagian dari kelompok itu. Saya
> hanya melihat saudara-saudara saya saling berbunuhan.
 
WAM:
Saya juga sedih. Tidak perlu lagi saya lihat dari kelompok mana. Namun,
bukan berarti saya membiarkan para kriminal itu lepas dari jerat hukum. 
 
> WAM :
> Anda tidak menghargai nyawa manusia. Anda hanya menghargai jika nyawa itu
> masuk kelompok anda.

> Benny :
> Saya nggak tahu apakah anda selalu berbicara tanpa fakta ?
  
> WAM:
> Tahukah anda, orang yang Islam yang _tidak mengamalkan ajaran
> Islam_ adalah mereka yang diam saja menyaksikan _saudaranya_ dibunuhi?
> Saya cuma bisa teriak-teriak di internet. Itu pula yang saya lakukan.
 
> Benny :
> Kalau memang itu ajaran agama tuan bahwa membunuh harus dibalas dengan
> membunuh atau kekerasan dibalas dengan kekerasan, saya menghargai usaha tuan
> untuk tekun melaksanakan agama tuan. I appreciate it.

WAM:
Siapa bilang, saya mengatakan bahwa membunuh harus dibalas dengan
membunuh? Saya tidak pernah menganjurkan hal itu. Saya anjurkan, pembunuh
mesti dihukum. Saya juga anjurkan, pertahankan nyawa kalian. Kalau
mempertahankan nyawa itu berakibat membunuh, siapa yang salah? Look,
mempertahankan berarti sedang menghadapi upaya pembunuhan. 
 
> WAM :
> Saya hanya ingin kekerasan itu diakhiri. Bukan membalas dendam. Biarlah
> hukum yang _membalas_ kedzoliman itu.

> Benny :
> So do I.
  
> WAM:
> Justru saya yang ingin membantah pandangan sempit segolongan orang di
> milis ini, yang menuduh bahwa menceritakan kejahatan yang terjadi di
> Maluku dan Poso adalah menimbulkan dendam.
 
> Benny :
> Ini bisa saja terjadi. Karena itu dalam suatu diskusi yang baik marilah kita
> lebih menonjolkan persamaan-persamaan kita dahulu, dan menghargai
> perbedaan-perbedaan yang ada.

WAM:
Yang saya kuatirkan, kalau tidak ada yang mengklarifikasi tentang kejadian
yang sebenarnya, para korban akan mengalami kekejian dua kali.
Pertama,mereka sudah dibunuh. Kedua, pembunuhan terhadap mereka dianggap
mengada-ada. Itu tidak fair. Jauh lebih lebih fair menceritakan kejadian
yang sesungguhnya, lalu mengadili pelakunya. 
 
> WAM:
> Sebaiknya anda baca
> saja kisah lolosnya mereka dari pembantaian keji itu. Baru berkomentar.

> Benny :
> Saya sudah banyak membaca dan mendengar ini hal begini kedua sisi. Masalah
> statistik mana yang lebih banyak menderita saya tidak mengetahuinya dan
> memang tidak ingin mengetahuinya. Saya hanya merasa bahwa yang terbunuh itu
> adalah saudara saya semua baik kelompok putih maupun merah. Justru itu saya
> menginginkan agar perdamaian tercipta di sana dan kita tidak turut
> memanas-manasi keadaan.
 
WAM:
Sekali lagi, menceritakan kejadian sesungguhnya bukan memanas-manasi
keadaan. That's the fact. Kalau mengarang cerita, itu baru memanas-manasi.

Saya justru ingin mengetahui, dari pihak Kristen itu gimana ceritanya?
Saya justru merasa tidak lengkap kalau hanya mengetahui cerita dari satu
sisi. Anda bisa menyebutkan, dimana saya bisa peroleh info semacam itu?
Terima kasih.


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke