Saay termasuk orang yang tak gampang percaya mengenai
adanya rekayasa tertentu yang dilakukan oleh media
televisi swasta, sampai saya melihat tayangan laporan
mengenai Istigosah Qubro,yang dihadiri oleh Mas Dur.
Tak ada soal dengan narasi yang mengantarkannya, sama
seperti yang dilakukan oleh yang lain. Tetapi tidak
pada gambar-gambar yang menyertainya.
Terlihat ada gambar-gambar ketika Mas Dur menyampaikan
pidatonya. Dan ini... diselingi oleh gambar-gambar
suasana stadion, dengan sangat sedikit orang berada di
tengah lapangan dan latar belakang kursi stadion yang
kosong melompong. Kalau dilihat, maka kesimpulan yang
ditarik adalah acara itu sama sekali tak menarik,
tidak banyak dihadiri oleh warga nahdliyin maupun
banteng. Sampai sebegitu jauh, kesimpulan saya ya cuma
itu, acara ini sepi.
Tetapi ketika berita jam 19 TVRI disiarkan, di latar
belakang begitu penuh oleh manusia. dan di koran-koran
esoknya, di Japos saya baca 'sekitar 80 nahdliyin dan
banteng'. Lalu di Surya saya baca '160-ribu'. Baru
saat itu saya percaya, adanya rekayasa tertentu dari
RCTI melalui visualisasinya tersebut.
Saya akan percaya (kalau tak ada rekayasa), bahwa
gambar diambil sebelum acara, karena tengat. Tetapi
kenapa bisa menayangkan gambar Mas Dur ketika pidato?
=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Kick off your party with Yahoo! Invites.
http://invites.yahoo.com/
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!