WAM:
Saya forward berita yang juga dapat diikuti pada berbagai koran yang
terbit hari ini. Sekedar membuktikan bahwa berita ini tidak bohong. Hanya,
dalam versi koran tidak seterus terang versi ini. Forward posting ini saya
maksudkan untuk menyadarkan semua peserta milis ini, bahwa di tengah
segala fitnah terhadap LJ (baca lagi fitnahan orang AS yang dimuat
kemarin), _fihak lain_ pun sibuk melakukan pembantaian. Padahal
jelas-jelas yang dibantai itu tidak sedang mengancam mereka.
Kapankah tragedi ini dihentikan? 
----------------------------

Poso, 31 Juli 2000
 
DUA WARGA MUSLIM POSO DICULIK
 
Ketenangan di kota Poso Sulawesi Tengah kembali terusik. Semuanya berawal
dari    peristiwa penculikan dua warga muslim Kelurahan Gebang Rejo Poso 
Tanggal 26 Juli 2000. Para penculik dari kelompok merah (Kristen) melakukan
aksinya saat warga muslim tersebut sedang memanen coklat di desa Lembomawo
(kilo 9).

Menurut Anto (35 tahun), pemuda yang lolos dari penculikan, puluhan warga
Kristen mengepung dan menyerang mereka saat mereka berada di perkebunan 
coklat miliknya di Kilo 9. 

Anto melanjutkan, pagi harinya ia bersama 7 warga muslim berangkat dari Gebang
Rejo Poso menuju Kilo 9 menyusuri Sungai (Koala) Poso dengan menggunakan
ketinting (perahu motor kecil).

Tiba di Lembomawo, 8 warga trasmigran asal Jawa ini menyebar ke perkebunan
coklat miliknya untuk dipanen. Naas, menjelang sore, delapan warga muslim ini
dikepung oleh puluhan orang kristen. Warga kristen yang siap  menyerang ini
melengkapi dirinya dengan dum-dum (bazoka rakitan), panah, tombak dan pedang.
Semuanya bersenjata.

Dalam kondisi terjepit, mereka kemudian lari meloloskan diri lari menuju ke
tepian sungai Poso. 
Lima orang berhasil  melompat ke sungai Poso yang alirannya cukup deras. 
Sementara tiga lainnya, termasuk anto masih  dibelakang. Kepungan dari
berbagai arah ini mengakibatkan dua warga muslim tidak dapat mencapai sungai
Poso, sedangkan Anto dapat menceburkan dirinya ke sungai. Anto kemudian
bersembunyi di balik rimbunan pohon kecil di sungai Poso, dan tidak berani
menampakkan diri. Di sepanjang tepian sungai itu, warga Kristen telah siaga
dengan peralatan perangnya. Dia keluar baru dari tempat persembunyian  8 jam 
kemudian setelah warga kristen meninggalkan desa Lembomawo. Dengan mengikuti 
aliran sungai Poso, Anto menuju ke Gebang Rejo.

Berdasarkan laporan dari warga yang lolos tersebut, Aparat Kepolisian Poso
melakukan pencarian dan penyisiran sepanjang sungai Poso sejauh 25 km.
Mereka tidak menemukan apa-apa. Hingga lima hari pencarian, dua warga yang 
bernama Ngadimin (34 th) dan Jajuk (35 th) tidak ditemukan.
Menurut Anto, kemungkinan besar, dua warga ini telah dibantai oleh orang-orang 
Kristen. Hingga hari ini (31 Juli), khabar 2 warga ini belum diketahui.

Kirim email ke