Mas Peirot, anda sedang tinggal di AS, tentunya banyak pelajaran
bisa dipetik selain pengetahuan yang sedang mas geluti.
Mudah-mudahan sampeyan mempunyai kesempatan pula untuk hidup dan
bergaul dengan berbagai masyarakat dan lapisan disana serta sempat
pula berkelana dari atas ke bawah dan dari timur ke barat. Saya
percaya bahwa pengalaman itu tentunya sangat berharga dibanding
kebiasaan mhs di AS yang hanya ndekem di kampus dengan sesama mhs
Indonesia.

Satu hal Mas, tampaknya syarat pertama itu akan membuat kelompok
tertentu menjadi kesulitan. Di satu sisi ingin mewujudkan
Indonesia Baru dengan syarat pertama itu, namun di sisi lain kalau
syarat itu benar-benar terjadi maka mereka harus mau menerima
nilai-nilai kelompok-kelompok lain yang beragam dan mungkin
bertentangan dengan ilai-nilai mereka.

Pendidikan memang kita harapkan untuk membuka pikiran seseorang,
namun fakta empirik menunjukkan lain. Apakah ada yang salah?


----- Original Message -----
From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>

Saya pribadi melihat non-muslim punya peluang besar
jadi presiden di Indonesia. Hanya saja, perlu prasyarat
untuk menuju ke sana.

Beberapa prasyarat itu a.l.:

-Indonesia benar-2 sudah menjadi negara yang demokratis
dan mengedepankan hukum dalam penyelesaian masalah.

-Calon presiden adalah orang yang dikenal oleh publik
sebagai orang yang punya integritas tinggi dan bersikap
adil.

-lain-lain [a.l. skills].

Dua syarat yang saya sebut itu menjadi syarat utama krn,
jika negara benar-benar demokratis, tak ada alasan dari
pihak lain untuk menolak siapa yang bakal jadi presiden
bila sang Calon memang memenangkan pemilihan lewat cara-
cara yang demokratis [pertama].

Kedua, orang yang punya integritas tinggi akan disegani
dan dihargai oleh siapa pun. Orang akan menaruh kepercayaan
tinggi kepadanya. Ditunjang dengan sikap adilnya yang telah
diketahui oleh masyarakat banyak, Calon RI-1 yang demikian
akan mudah melenggang ke Istana Merdeka [regardless of
agamanya].

Meski muslim mayoritas di Indonesia, kalau tak ada tokoh
muslim yang punya accountabilitas, integritas, orang tak
akan memilih calon itu. Sebab, seorang pemimpin bagi orang
Islam harus memenehui beberapa standar yang disyaratkan
oleh agama. Salah satunya integritas tinggi, bersikap adil.

Di Islam memang ada larangan memilih non-muslim sebagai
pemimpin/dan sekutu. Tapi ini masih akan jadi perdebatan
panjang bila menyangkut pemimpin politik [negara]. Bila
pemimpin itu adil, orang Islam akan kesulitan menolak
calon RI-1 itu. Apalagi bila RI-1 itu juga menghormati
ummat Islam dalam menjalankan agamanya [termasuk mengadopsi
syariah Islam dalam kehidupan sehari-hari ummat Islam].

Dalam praktek, muslim yang hidup di negara-negara bule,
juga "terpaksa" punya presiden non-muslim. Toh ini tidak
dipersoalkan. Untuk kasus Indonesia, bedanya, krn Muslim
mayoritas. Apakah krn mayoritas lantas RI-1 nya harus
muslim? Sedangkan kalau jadi minoritas tak apa-apa punya
presiden non-muslim? Jika hipothesis ini diterima, berarti
presiden/pemimpin harus muslim di sini sangat lentur.
Mestinya bukan begitu kan? Sedang menjadi mayoritas
atau minoritas kalau itu prinsip, ya tidak boleh dilanggar.
[baca: kalau lagi minoritas mau punya pemimpim non-muslim].

Bila ini soal yang prinsip, muslim yang tinggal di tempat-
tempat dimana mereka jadi minoritas harus hijrah ke tempat-
tempat yang pemimpinnya muslim.

Well, saya bukan ahli agama. Saya hanya menggunakan kekuatan
logika saya [yang mungkin keliru]. Tetapi dari apa yang saya
uraikan ini, saya punya hipothesis, suatu saat Indonesia akan
punya Presiden non-muslim. Syaratnya minimal spt yang saya
sebut di atas.

Wassalam,
+++Poirot.

__________________________________________________________________
______
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at
http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!














->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke