detikcom - Jakarta, Presiden Gus Dur dan para "pembela" Gus Dur jangan lagi mendewa-dewakan hak prerogatif presiden dalam kaitan dengan soal kabinet. Lebih-lebih ada rencana akan ada reshuffle usai Sidang Tahunan MPR ini. Menurut Ahmad Syafii Ma'arif, dalam soal kabinet kekuatan partai harus dipertimbangkan. Daniel: Bukan soal mendewa-dewakan atau apa, tetapi kalau soal kabinet parpol2 ikut campur juga (dng harus memasukkan org2-nya dlm kabinet), tetapi presidennya nggak bisa cocok (kerjasama), bagaimana?Belajarlah dari pengalaman. Dari apa yg sdh terjadi dng "Kabinet Kompromi" itu. ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
